JAKARTA, DISWAY.ID - Primaya Hospital Group bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta menggelar bakti sosial operasi katarak. Program bertajuk Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati World Sight Day 2026 pada Oktober.
Inisiatif ini digagas oleh Founder Primaya Hospital Group, Prof. Yos E. Susanto, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan masyarakat yang selama ini harus menunggu antrean operasi katarak sekitar satu hingga dua bulan.
Pada tahap awal pelaksanaan, sebanyak 97 pasien menjalani operasi katarak di RSUD Pasar Minggu. Para pasien tersebut merupakan warga yang telah melalui proses skrining di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) dan Primaya Hospital di wilayah Jakarta.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan 40 puskesmas untuk melakukan skrining awal. Selain itu, sekitar 19 dokter spesialis mata dari PERDAMI turut berpartisipasi dalam memberikan layanan penanganan kepada masyarakat.
Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Percepat Penanganan KatarakCEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bentuk kerja sama lintas sektor untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa merupakan wujud kolaborasi public-private partnership dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Primaya Hospital untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat (public health) di Indonesia. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bahwa sinergi antara sektor swasta, asosiasi profesi, dan pemerintah mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui percepatan penanganan katarak,” ujar Leona.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap layanan operasi katarak. Keterlibatan fasilitas kesehatan tingkat pertama, rumah sakit, pemerintah daerah, dan organisasi profesi juga menjadi bagian penting dalam menjangkau pasien yang membutuhkan tindakan medis.
Ribuan Penderita Katarak Teridentifikasi di JakartaBerdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, saat ini terdapat sekitar 3.700 penderita katarak yang telah teridentifikasi. Jumlah tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan penanganan yang perlu mendapat perhatian, termasuk bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap operasi.
Sementara itu, pada 2025 terdapat sekitar 11.000 kasus yang menjadi target penanganan. Kelompok penderita tersebut juga mencakup masyarakat dalam usia produktif.
Melalui Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa, Primaya Hospital Group bersama Pemprov DKI Jakarta dan PERDAMI berupaya mempercepat layanan operasi bagi warga yang membutuhkan. Program ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kesehatan mata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.






Komentar (0)