Portal SAGARA, Basis Data Pelestarian Gambut & Mangrove

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyelesaikan penyempurnaan rancangan sebuah sistem informasi terintegrasi Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara (SAGARA).

Platform itu dirancang menjadi "satu pintu data" bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia. 

BACA JUGA: Kepala BPGMN Janji Pulihkan Ekosistem Gambut dan Mangrove

Mayjen TNI Sriyanto menjelaskan SAGARA bukan sekadar peta digital. 

Hal itu diungkapkan Sriyanto saat finalisasi rancangan SAGARA berlangsung di Hotel Swarna Dwipa, Palembang pada Kamis, (30/10).

Sriyanto menjelaskan sistem ini dibangun berbasis teknologi spasial yang diperkuat dengan inovasi kecerdasan buatan (AI), sehingga mampu berfungsi sebagai pusat pertukaran data dan pengetahuan sekaligus sistem peringatan dini.

SAGARA akan menjadi clearing house sekaligus pusat pengetahuan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. 

“Juga berfungsi sebagai deteksi dini kebakaran di lahan gambut dan kerusakan ekosistem mangrove," ujar Mayjen Sriyanto.

Keunggulan utama SAGARA, kata dia, terletak pada kemampuannya menyajikan tidak hanya informasi kerawanan kebakaran — baik dari analisis pakar maupun laporan masyarakat yang terverifikasi — tetapi juga rekomendasi tindakan nyata. 

Sistem ini akan menganalisis ketersediaan sumber daya manusia, baik masyarakat maupun personel TNI dan Polri.

“Serta infrastruktur yang ada di lapangan, sehingga langkah pencegahan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan efisien,” ujar Mayjen Sriyanto.

Pengembangan SAGARA melibatkan integrasi data lintas instansi, termasuk Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan BRIN. Nantinya, portal ini dapat diakses secara terbuka (open access), sehingga menjadi alat akuntabilitas kinerja sekaligus pendukung pengambilan keputusan yang andal.

"Harapannya, SAGARA bukan hanya menyimpan data, tetapi benar-benar menghubungkan informasi dengan tindakan. Sehingga perlindungan dan pengelolaan gambut serta mangrove di seluruh negeri berjalan lebih efektif,” ungkap dia.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto, dan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan Universitas Sriwijaya (Unsri), Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Forkompida, serta organisasi masyarakat sipil.(era/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenpar ajak agen perjalanan buat paket wisata tematik baru
• 14 menit lalu
0
thumb
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp3,52 Triliun hingga September 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
BSDE Raup Marketing Sales Rp7,53 Triliun hingga September, Tumbuh 6 Persen
• 14 jam lalu
0
thumb
Efisiensi Energi dan Pemberdayaan Desa Dorong Pertambangan Berkelanjutan
• 14 jam lalu
0
thumb
Siapa yang Seharusnya Sadar Bencana?
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.