Malaysia Jadi Korban Gibran Rp892 Miliar, Ini Penjelasan Anwar Ibrahim

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus dugaan penipuan yang melibatkan startup agritech asal Indonesia, eFishery, turut menjerat dana pensiun Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP). Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan hal tersebut.

Menurutnya, eFishery diketahui melakukan manipulasi terhadap laporan keuangannya. Akibat hal tersebut, KWAP bersama sejumlah investor global yang tergabung dalam konsorsium mengalami kerugian dalam jumlah besar. Dana yang telah ditanamkan KWAP di perusahaan yang didirikan Gibran Huzaifah itu mencapai hampir RM200 juta atau sekitar Rp892 miliar.

"Keputusan (investasi) tersebut melalui proses evaluasi dan tata kelola berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," ujar Anwar dalam jawaban tertulis di Parlemen Malaysia, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Anwar menambahkan, sebelum melakukan penyuntikan modal, konsorsium investor termasuk KWAP telah melakukan uji tuntas (due diligence) secara independen untuk memastikan seluruh informasi valid.

Anwar menegaskan bahwa dana pensiun KWAP bukan satu-satunya lembaga finansial besar yang terjebak. Sejumlah investor institusi global dan dana teknologi terkemuka dunia juga menyalurkan modal ke eFishery, di antaranya Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

Pilihan Redaksi
  • Keterbatasan Ekonometrika di Era AI: Studi Kasus Indonesia
  • Ringgit Jadi Raja, Pimpin Asia Tendang Dolar: Rupiah-Won Paling Merana

"Namun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan sebelumnya, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegas Anwar.

Sebagai informasi, pada 2023 eFishery berhasil mengamankan pendanaan Seri D senilai US$200 juta. Dari total dana segar tersebut, KWAP tercatat menyuntikkan dana sebesar US$47,7 juta (sekitar RM194,35 juta).

Pernyataan ini disampaikan Anwar untuk merespons pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, yang mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban serta pengawasan dewan direksi dan manajemen senior KWAP atas investasi bernilai jumbo tersebut.

Menanggapi hal itu, Anwar memastikan konsorsium investor telah menempuh jalur hukum untuk memulihkan dana yang telah diinvestasikan. Di samping itu, audit internal menyeluruh telah dilakukan dan diserahkan kepada dewan KWAP.

"KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah diterapkan untuk memperkuat perlindungan terhadap investasi di masa depan," pungkas Anwar.

Skandal Rekayasa Keuangan Berujung Pidana

Kasus rekayasa keuangan startup unicorn ini berujung pada meja hijau. Pada April lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, atas tuduhan manipulasi laporan keuangan dan tindak pidana pencucian uang.

Selain pidana kurungan, Gibran dikenakan denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan. Dua rekannya, Angga Hadrian Raditya dan Andri Yadi, turut terseret dalam skandal ini.

Praktik kecurangan eFishery pertama kali terbongkar dari laporan whistleblower dan temuan investigasi independen FTI Consulting, yang mengindikasikan pemalsuan pendapatan hingga hampir US$600 juta. Laporan investigasi internal Bareskrim Polri dan media DealStreetAsia pada akhir 2024 mengonfirmasi adanya penggelembungan dana sistematis yang dilakukan manajemen puncak sejak awal tahun 2024.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
APBN Harus Tetap Fleksibel di Tengah Ketidakpastian, Begini Strategi Pemerintah
• 17 jam lalu
0
thumb
Minola Sebayang Tepis Isu Ruben Onsu Cabut Gugatan Hak Asuh Anak terhadap Sarwendah
• 2 jam lalu
0
thumb
Bencana di Indonesia Naik jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Hadapi Musim Hujan
• 22 jam lalu
0
thumb
Bursa Indodax Diserang Hacker, CEO Jelaskan Kondisi Dana Nasabah
• 18 jam lalu
0
thumb
HYGN Raup Laba Rp13,9 Miliar, Bisnis Pengendalian Hama Tumbuh 50 Persen
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.