Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha: AI Jangan Sampai Hilangkan Lapangan Kerja

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, Rahayu Saraswati, mengingatkan para pengusaha agar penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tidak sampai menghilangkan lapangan pekerjaan.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Gedung THE TRIBRATA, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10).

Rahayu menjelaskan, generasi muda termasuk pengusaha, saat ini menghadapi berbagai tantangan, salah satunya perkembangan teknologi seperti munculnya AI.

Ia menerangkan, AI mulanya datang dari negara-negara yang memiliki jumlah lapangan pekerjaan yang lebih banyak dari jumlah populasinya.

“Hanya memang saat ini kita melihat tantangan dunia yang sangat nyata, yang di mana kita berhadapan misalnya dengan AI, misalnya dengan kemajuan teknologi dari negara-negara yang tidak memiliki bonus demografi,” kata Rahayu kepada wartawan, Sabtu (31/10).

“Mereka datang dari negara-negara yang memiliki lebih banyak lapangan pekerjaan daripada manusianya. Sehingga mereka harus mengembangkan teknologi yang bisa mengisi kekosongan itu,” sambungnya.

Ia pun menyebut penggunaan teknologi seperti AI tidak bisa begitu saja diterapkan di Indonesia. Sebab, kondisi Indonesia justru sebaliknya, yakni jumlah penduduknya lebih banyak dibandingkan lapangan kerja.

“Kalau kita menggunakan teknologi itu di Indonesia, yang di mana kita punya memiliki lebih banyak manusia daripada lapangan pekerjaan, tentunya akan terjadi permasalahan yang besar,” terangnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada para pengusaha untuk menggunakan teknologi dengan bijak.

Ia meminta para pengusaha untuk menggunakan teknologi seperti AI untuk meningkatkan produktivitas kerja, bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan.

“Di sini harus ada kesadaran dari kita semua, terutama dari para pengusaha, teman-teman saya pengusaha yang mau untuk membawa teknologi-teknologi baru, mari kita memastikan bahwa teknologi yang kita hadirkan itu untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan,” tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Misi Perdamaian Berujung Maut! Helikopter Italia Jatuh, 4 Tewas
• 18 jam lalu
0
thumb
Jelaskan Alasan Calonkan Gibran di Pilkada Solo 2020, PDIP Ungkap Manuver Jokowi
• 2 jam lalu
0
thumb
Kronologi Nenek di Depok Bakar Cucu hingga Alami Koma, Kini Pelaku Menyesal
• 9 jam lalu
0
thumb
Yield SBN Tembus 7,7 Persen, Suahasil Pastikan Pembiayaan APBN Tetap Kredibel
• 13 jam lalu
0
thumb
Prancis Bersiap Hadapi Demo Akhir Pekan Ketiga, 70.000 Polisi Dikerahkan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.