Wamentan Temukan Tumpang Tindih Pemetaan Lahan 200 Ribu Hektare

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengungkapkan adanya indikasi tumpang tindih pemetaan lahan seluas sekitar 200.000 hektare di tengah lonjakan penggunaan lahan pertambangan yang melonjak hingga 346 persen sepanjang periode 2000–2023.

Menurut dia, persoalan tersebut muncul karena masing-masing instansi memiliki peta penggunaan dan peruntukan lahan sendiri, mulai dari sektor pertanian, mineral dan batu bara (minerba), hingga kehutanan dan pengairan.

Advertisement

BACA JUGA: Amran Pangkas Anggaran Rapat, Rp 3,7 Triliun Dialihkan ke Petani

"Kita dari Pertanian meng-overlay kira-kira ada sekitar 200.000 hektare," kata Saleh dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di The Tribrata, Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Saleh menegaskan pentingnya penyatuan data lahan lintas instansi untuk menata kembali pemanfaatan lahan serta mengidentifikasi Hak Guna Usaha (HGU) tak produktif maupun izin yang tak diperpanjang. Lahan-lahan tersebut nantinya berpeluang dialihfungsikan demi kepentingan masyarakat dan petani.

"Mungkin ada HGU-HGU yang tidak produktif, nah itu bisa kita ambil alih untuk digunakan untuk masyarakat, untuk rakyat, untuk petani," ucap Saleh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamendagri: Bonus Demografi Modal Lahirkan Pemimpin Muda Indonesia Emas
• 17 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Voli Vietnam 2026: Farhan Halim antar Ho Chi Minh City Police Catat Kemenangan Ketiga Secara Beruntun
• 1 jam lalu
0
thumb
Budi Arie Singgung Jokowi Pimpin PSI: Ini Bukan Soal Ego, Ini Urusan Bangsa
• 4 jam lalu
0
thumb
Euforia YE Berlanjut, Raw Vision Collective Gelar After Party Bertabur Bintang
• 5 jam lalu
0
thumb
Projo Tangkis Desakan Gibran Mundur: Mandat Rakyat di Pilpres Tak Bisa Dibatalkan Putusan MA
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.