JAKARTA, KOMPAS.TV – Temuan dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mendorong Perum Bulog memperketat pengawasan distribusi beras bersubsidi pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin inspeksi mendadak di sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di Kramat Jati dan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pemeriksaan meliputi ketersediaan stok, proses pemesanan, hingga mekanisme penjualan beras SPHP kepada masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan 600 ton beras SPHP di sebuah rumah di Matraman, Jakarta Timur. Beras tersebut diduga akan dikemas ulang dan dijual sebagai beras premium dengan harga Rp17.500 per kilogram.
Menteri Amran menduga praktik tersebut melibatkan beras hingga ribuan ton. Ia menegaskan akan memecat dan memproses secara pidana oknum pegawai yang terbukti terlibat.
#berasSPHP #bulog #berasoplosan #berasbersubsidi #jakartatimur #kompastv
Baca Juga: Mentan Amran Geram! 600 Ton Beras SPHP Terungkap di Gudang Oplosan
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- beras
- mentan
- amran
- oplosan
- pidana






Komentar (0)