Wall Street Jeblok, Nasdaq Paling Boncos

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat. Penurunan tersebut memperpanjang tekanan di Wall Street untuk hari kedua berturut-turut, di tengah kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan belanja modal perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sentimen negatif dipicu laporan kinerja kuartalan Amazon dan Alphabet yang mengecewakan pasar. Kondisi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap besarnya investasi perusahaan teknologi dalam pengembangan AI dan prospek pengembaliannya.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 31 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 572,25 poin atau 1,09 persen ke level 51.770,31. Sementara itu, indeks S&P 500 merosot 140,32 poin atau 1,82 persen menjadi 7.580,07.

Tekanan lebih besar terjadi pada indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi. Indeks tersebut anjlok 747,73 poin atau 2,86 persen dan berakhir di posisi 25.437.
 

Baca Juga :

Saham Teknologi Berguguran, Wall Street Tertekan Biaya Investasi AI
  Sektor teknologi ambruk 
Berdasarkan kinerja sektoral, enam dari 11 sektor utama S&P 500 berhasil ditutup di zona positif. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,91 persen, disusul sektor barang konsumsi pokok yang meningkat 1,38 persen.

Sebaliknya, sektor teknologi mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 4,24 persen. Sektor industri juga tertekan dan kehilangan 1,57 persen.

Tekanan jual terhadap saham teknologi meningkat setelah sejumlah perusahaan raksasa mencatatkan kinerja pendapatan yang tidak memenuhi ekspektasi pasar. Kondisi tersebut mengguncang kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan bisnis berbasis AI.

Saham Amazon tercatat turun 1,41 persen. Sementara itu, Alphabet melanjutkan tren pelemahan tajam setelah sebelumnya mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam lebih dari dua dekade.

Tekanan di pasar saham AS turut meluas ke sektor semikonduktor dan perangkat keras. Saham Intel anjlok 28,58 persen setelah perusahaan produsen cip tersebut menyampaikan proyeksi pendapatan kuartal IV yang jauh di bawah perkiraan analis Wall Street.

Sementara itu, saham perusahaan penyimpanan data SanDisk merosot 13,47 persen. Penurunan terjadi meskipun perusahaan berhasil membukukan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi pasar. Investor juga cenderung mengabaikan pengumuman pemecahan saham (stock split) SanDisk dengan rasio delapan banding satu.


(Pedagang bekerja di lantai perdagangan Bursa Efek New York di New York City, Amerika Serikat. Foto: Xinhua/Liu Yanan)
  Sinyal kbijakan moneter ketat
Dari sisi kebijakan moneter, kekhawatiran pasar juga dipengaruhi pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) setelah keputusan mempertahankan suku bunga pada Rabu.

Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem memperingatkan inflasi AS masih berada pada tingkat yang terlalu tinggi dan meluas. Ia menekankan pentingnya langkah kebijakan yang tepat waktu untuk mencegah tekanan harga semakin mengakar dalam perekonomian.

Senada, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Tom Barkin mengisyaratkan kebijakan moneter masih mengarah pada kemungkinan biaya pinjaman yang lebih tinggi guna mengendalikan inflasi di tengah permintaan ekonomi yang kuat.

Menurut Barkin, salah satu pertanyaan utama yang dihadapi The Fed adalah menentukan kecepatan dan besaran kenaikan suku bunga berikutnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah 2 Kantor Bea Cukai di Jateng, Sita Dokumen hingga Uang Tunai
• 16 jam lalu
0
thumb
Dari Layar Ponsel ke Akses Layanan Syariah
• 13 jam lalu
0
thumb
Akademisi Apresiasi Ketegasan Kapolri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
• 21 jam lalu
0
thumb
Anggota Komisi III Minta Mabes Polri Usut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo: Jangan Abaikan Prosedur
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah sampai Oktober, Sejumlah Penyelenggara Ibadah Diblokir
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.