Jakarta, VIVA - Pemerintah Indonesia telah melalukan komunikasi secara diplomatik dengan Pemerintah Rusia imbas satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Surabaya tewas dalam perang Rusia melawan Ukraina.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meminta agar Rusia tak lagi menerima rekrutan WNI menjadi tentara bayaran.
"Pemerintah Republik Indonesia telah menyampaikan permintaan resmi melalui jalur diplomatik kepada Pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apa pun," kata Juru bicara Kemlu, RI Yvonne Mewengkang dikutip, Sabtu (31/10/2026).
Yvonne menilai langkah diplomatik perlu dilakukan, karena ada indikasi terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sehingga, pemerintah Indonesia meminta pihak Rusia mengecualikan WNI sebagai masyarakat yang diperkenankan menjadi prajurit disana.
"Pemerintah RI juga telah meminta agar Indonesia dimasukkan ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer Rusia melalui jalur apapun, dengan penerapan secara efektif dan segera," ucapnya.
Semua permintaan itu disampaikan melalui jalur diplomatik oleh KBRI Moskow untuk mendalami kemungkinan penipuan dan eksploitasi dalam proses perekrutan, serta memastikan langkah penanganan dan pelindungan WNI sesuai ketentuan berlaku.
"Pemerintah RI mengimbau masyarakat agar senantiasa memverifikasi keabsahan tawaran pekerjaan di luar negeri melalui instansi berwenang, mewaspadai tawaran pekerjaan dengan imbalan tidak wajar, tidak menandatangani kontrak yang tidak dipahami, serta memperhatikan risiko keselamatan dan konsekuensi hukum keterlibatan dalam dinas militer asing," tegasnya.
Di sisi lain, Kemlu sampai saat ini masih memastikan kebenaran terkait kabar Muhammad Taufiq, warga negara Indonesia (WNI) berusia 48 tahun yang tewas setelah disebut bertugas sebagai tentara Rusia di Ukraina.
"Kementerian Luar Negeri RI mencermati informasi yang beredar tentang seorang WNI yang disebut meninggal dalam dinas militer di Rusia. KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan," kata dia.
"Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelindungan data pribadi, dan seluruh pihak diimbau agar tidak berspekulasi terkait persoalan tersebut," tambahnya.






Komentar (0)