Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo tewaskan ribuan orang

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Kinshasa (ANTARA) - Jumlah korban jiwa akibat wabah Ebola yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo (DRC) mendekati 5.000, menurut laporan resmi terbaru yang dirilis Jumat lalu, sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) memberikan penghormatan kepada seorang dokter yang meninggal karena penyakit tersebut di wilayah timur negara yang dilanda konflik.

Laporan situasi terbaru dari Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) DRC menunjukkan bahwa negara tersebut telah mencata 10.274 kasus Ebola yang terkonfirmasi, termasuk 4.992 kematian, hingga 28 Oktober, dengan tingkat kematian kasus sebesar 48,6 persen.

Wabah tersebut telah memengaruhi 67 zona kesehatan di delapan dari 26 provinsi di negara tersebut.

Sementara itu, CDC Afrika memberikan penghormatan melalui platform media sosial X kepada Dr. Marie-France Shogogo, yang meninggal dunia akibat Ebola di Beni, Provinsi Kivu Utara. Badan kesehatan kawasan Afrika tersebut menyerukan peningkatan perlindungan bagi para tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan wabah.

"Lindungilah mereka yang melindungi kita," kata badan kesehatan tingkat benua tersebut.

Menurut sumber-sumber kesehatan setempat, tiga dokter meninggal akibat Ebola dalam kurun waktu kurang dari 72 jam di sebuah pusat perawatan Ebola di Beni. Hal ini menyoroti risiko yang dihadapi tenaga medis dalam menangani wabah tersebut.

Menurut laporan INSP, zona kesehatan Beni secara keseluruhan mencatat 661 kasus, termasuk 443 kematian, dengan tingkat fatalitas kasus mencapai 67 persen.

Di seluruh wilayah Kivu Utara, tercatat 2.391 kasus terkonfirmasi dan 1.341 kematian. Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di provinsi itu. Fasilitas perawatan Ebola beroperasi pada tingkat kapasitas 86,3 persen, sementara hanya 82,2 persen dari seluruh kontak yang teridentifikasi yang sedang dipantau, masih di bawah target sebesar 95 persen.

Wabah tersebut, yang dinyatakan pada 15 Mei dan disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, kini menjadi wabah Ebola terbesar kedua yang pernah tercatat di dunia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suasana Apel 3.229 Personel Gabungan Jelang Konser Andrea Bocelli Digelar di Candi Borobudur
• 35 menit lalu
0
thumb
BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta Lebih Dulu di Jaksel dan Jaktim
• 6 jam lalu
0
thumb
Puan Dukung Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla: Harus Transparan
• 6 jam lalu
0
thumb
ASICS Draft Combine 2027; Coach Aldi Sebut Antusiasme Pesepakbola Muda Makassar Cukup Tinggi
• 1 jam lalu
0
thumb
Hotspot Karhutla Naik Jadi 154 Titik, Kemenhut Perkuat Operasi Pemadaman di Kalteng
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.