JAKARTA -- Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menghadapi langsung kekecewaan Bonek dan Bonita setelah timnya gagal meraih kemenangan atas Persijap Jepara. Pelatih asal Portugal itu meminta para pendukung tetap menghormati tim sembari berjanji akan terus bekerja keras memperbaiki penampilan Bajul Ijo.
Momen tersebut terjadi seusai Persebaya ditahan imbang Persijap dengan skor 1-1 pada pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam.
Baca Juga
Tak Laporkan Penggunaan Dana Harian, BGN Suspend 6.097 SPPG
Bank Jakarta Kembangkan Sentra Layanan Mikro
Kapolres Tawarkan Pekerjaan Korban Selamat Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8
Tavares menemui sekelompok Bonek dan Bonita yang meminta pertanggungjawaban tim sebelum meninggalkan stadion. Ia tidak menampik kekecewaan para suporter, tetapi menegaskan bahwa para pemain dan jajaran pelatih juga menginginkan kemenangan.
"Saya menghormati kalian dan meminta kalian juga menghormati kami. Kalian berhak kecewa kepada kami, kecewa kepada saya, dan saya memahami hal tersebut. Namun, hormati kami karena yang bisa saya janjikan kepada kalian adalah perjuangan keras dan kami akan terus berjuang," kata Tavares di hadapan suporter.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pernyataan itu disampaikan di tengah situasi yang mengecewakan bagi tuan rumah. Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengamankan tiga poin ketika menjamu Persijap yang datang sebagai penghuni dasar klasemen sementara.
Namun, dominasi permainan tidak cukup membawa Persebaya meraih kemenangan. Tim berjuluk Bajul Ijo bahkan harus menunggu hingga masa tambahan waktu babak kedua untuk menyamakan kedudukan setelah lebih dahulu tertinggal.
Tavares menegaskan dirinya bersama seluruh pemain merasakan kekecewaan yang sama dengan para pendukung. Menurutnya, tidak ada seorang pun di dalam tim yang menginginkan hasil imbang, terlebih ketika pertandingan berlangsung di hadapan publik sendiri.
"Saat ini, tidak ada yang lebih frustrasi daripada kami. Apakah kalian pikir kami bermain seperti ini karena kami menginginkannya. Kami ingin menang. Tidak ada yang lebih ingin menang daripada kami," ujarnya.
Pelatih asal Portugal itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter yang telah datang langsung ke stadion. Ia menyadari besarnya harapan Bonek dan Bonita untuk menyaksikan Persebaya melanjutkan tren kemenangan.
Meski demikian, Tavares tidak ingin memberikan janji berlebihan mengenai hasil pertandingan berikutnya. Ia hanya memastikan bahwa kerja keras dan upaya memperbaiki performa akan menjadi komitmen seluruh elemen tim.
Dominasi 74 Persen Tak Berbuah Kemenangan
Hasil imbang tersebut terasa mengecewakan karena Persebaya sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Berdasarkan catatan resmi klub, Bajul Ijo menguasai 74 persen permainan, sedangkan Persijap hanya mencatatkan 26 persen.
Persebaya juga melepaskan 20 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, banyaknya upaya menyerang tidak mampu diterjemahkan menjadi kemenangan karena Persijap bertahan dengan disiplin dan sesekali mengancam melalui serangan balik.
Persijap justru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-55 melalui Vasko Kalezic. Penyerang tim tamu tersebut memanfaatkan umpan Yaya Sogodogo untuk menaklukkan penjaga gawang Persebaya, Reza Arya Pratama.
Gol tersebut membuat Persebaya berada dalam tekanan. Tavares kemudian melakukan sejumlah perubahan susunan pemain untuk meningkatkan intensitas serangan dan mencari celah di pertahanan lawan.
Upaya Persebaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90+1. Bek Risto Mitrevski, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol melalui sundulan setelah menyambut sepak pojok Francisco Rivera.
Gol pada pengujung pertandingan itu menyelamatkan Persebaya dari kekalahan di kandang. Namun, skor imbang tetap belum memenuhi harapan tim yang sebelumnya berhasil mengalahkan Madura United dengan skor 3-1.
Persebaya sebenarnya sempat mencetak gol kedua melalui Miguel Pereira pada menit ke-90+5. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut setelah melakukan peninjauan melalui video assistant referee (VAR) karena menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Persijap, Moch. Sendri Johansah.
Keputusan tersebut membuat Persebaya harus menerima hasil imbang 1-1. Kegagalan memaksimalkan penguasaan bola dan sejumlah peluang menjadi persoalan yang perlu dievaluasi menjelang pertandingan berikutnya.
Komentar (0)