Anker Eufy Punya Inovasi Baru untuk Busui, Bikin Pumping Jadi Lebih Nyaman dan Bermakna

herstory.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Masa-masa menyusui menjadi momen berharga tak hanya bagi sang ibu, tetapi juga bagi sang buah hati. Selain memberikan nutrusi terbaik lewat ASI, menyusui juga dapat membangun kedekatan emosional alias bonding bonding antara ibu dan anak yang makin erat.

Kendati demikian, menjalani peran sebagai ibu menyusui bukan perkara mudah. Di tengah kesibukan mengurus bayi, pekerjaan, hingga urusan rumah tangga, ibu juga harus menyisihkan waktu untuk memompa ASI. Rutinitas tersebut kerap membuat kebutuhan pribadi, termasuk beristirahat dan menikmati waktu untuk diri sendiri, terabaikan.

Bidan sekaligus Founder Bumil Pamil Community, Jamilatus Sadiyah, menjelaskan bahwa keberhasilan proses menyusui tidak hanya ditentukan oleh frekuensi pemberian ASI, tetapi juga kondisi fisik dan emosional ibu. 

Ia menekankan bahwa terdapat dua hormon penting yang berperan dalam proses menyusui, yakni prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berfungsi membantu produksi ASI, sedangkan oksitosin berperan dalam refleks pengeluaran ASI.

Adapun dalam prosesnya, produksi ASI sangat berkaitan erat dengan prinsip supply and demand. Semakin sering bayi menyusu atau ASI dikeluarkan melalui pumping, jelas Mila, tubuh ibu akan menerima sinyal untuk terus memproduksi ASI.

"Prolaktin itu manajer produksi ASI. Kuncinya adalah supply and demand. Semakin sering bayi menyusu, sesuai kemauannya dan tidak dijadwalkan secara kaku, produksi ASI akan mendapatkan sinyal untuk terus berjalan," ungkap Mila dalam talkshow bertajuk “Pumping & Me-Time: Ibu Tak Harus Memilih” yang digelar oleh Anker Eufy di Mall Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, lanjutnya, hormon oksitosin berperan dalam membantu pengeluaran ASI. Hormon ini dapat bekerja lebih optimal ketika ibu merasa nyaman, tenang, percaya diri, dan memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya.

"Kalau ibunya merasa tenang, percaya diri, nyaman, dan didukung, itu bisa membantu ASI keluar dengan lebih mudah. Sebaliknya, kalau ibu merasa tidak percaya diri, takut, atau kesakitan, proses pengeluaran ASI bisa terganggu," tambah Mila.

Selain itu, ibu juga perlu memahami bahwa jumlah ASI yang diperoleh dalam satu sesi pumping tidak selalu menggambarkan keseluruhan produksi ASI. Perubahan jumlah ASI bisa terjadi seiring pertumbuhan bayi dan perubahan kebutuhannya, terutama ketika bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI.

Mila menyarankan ibu untuk memperhatikan indikator yang lebih objektif dalam menilai kecukupan ASI, seperti perkembangan berat badan bayi, frekuensi buang air kecil, dan pola buang air besar.

“Jangan langsung menyimpulkan ASI kurang hanya karena bayi sering menangis atau hasil pumping sedikit. Kita harus melihat data yang objektif, mulai dari berat badan, pipis, sampai BAB bayi,” tuturnya.

Pengalaman menjalani proses menyusui juga dibagikan oleh Parenting & Lifestyle Influencer, Karen Kurniawan. Sebagai ibu dengan bayi berusia 10 bulan, Karen mengaku sempat mengalami perubahan jumlah ASI yang cukup signifikan selama masa menyusui.

Dia menceritakan, pada tiga hingga empat bulan pertama, hasil pumping selama 25–30 menit bisa mencapai 150–220 mililiter. Namun, ketika memasuki usia bayi sekitar enam bulan, jumlah tersebut sempat menurun menjadi sekitar 40–50 mililiter, bahkan pernah hanya 30 mililiter dalam satu sesi.

Perubahan tersebut sempat membuat Karen khawatir, terlebih ketika persediaan ASI perah di freezer mulai menipis. Kondisi itu semakin menantang ketika dia harus melakukan perjalanan ke luar negeri dan memikirkan kecukupan stok ASI untuk anaknya.

“Saya sudah mulai menyimpan stok ASI sejak anak berusia satu bulan karena saat itu produksinya cukup banyak. Tetapi ketika anak berusia enam bulan, stok mulai menipis. Bahkan, pernah tinggal sekitar 10 kantong dan itu membuat saya deg-degan,” ungkapnya.

Karen mengaku sempat merasa terbebani ketika harus memikirkan ketersediaan ASI sekaligus menghadapi perubahan pola menyusui anak. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa perjalanan setiap ibu memiliki tantangan tersendiri.

Dia juga berbagi tentang kesehariannya sebagai ibu yang memiliki aktivitas cukup padat. Baginya, kemudahan menggunakan pompa ASI handsfree membantu menyiasati keterbatasan waktu di tengah berbagai kegiatan.

“Kalau saya, pumping bisa sambil masak atau bahkan di mobil. Itu sudah menjadi bagian dari keseharian saya. Jadi, memang sangat membantu ketika ada alat yang memungkinkan kita tetap melakukan aktivitas sambil pumping,” ujar Karen.

Melalui pengalamannya, Karen juga menilai dukungan pasangan dan keluarga menjadi hal penting agar ibu tidak merasa harus menghadapi seluruh tantangan menyusui sendirian.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Mila yang menegaskan bahwa menyusui merupakan hak ibu, bukan kewajiban yang harus dijalani tanpa dukungan.

“Justru orang-orang di sekitar ibu, terutama ayah, juga perlu diedukasi. Mereka harus ikut bergandengan tangan membantu ibu agar bisa mendapatkan haknya untuk menyusui,” kata Mila.

Dia menambahkan, kenyamanan selama pumping dapat dibangun melalui hal-hal sederhana, seperti memilih posisi duduk yang nyaman, melakukan latihan pernapasan, melihat foto atau video bayi, hingga menciptakan suasana yang membuat ibu merasa senang.

“Ketika pumping, ibu bisa mulai dengan latihan pernapasan dan mencari posisi yang nyaman. Yang penting, ibu merasa rileks. Bahkan, ada ibu yang lebih nyaman melihat foto bayinya atau melakukan hal yang disukai selama pumping,” jelasnya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Anker Eufy menghadirkan inovasi terbaru Pompa ASI Handsfree S2 Pro. Produk ini dikembangkan bersama lebih dari 1.000 ibu dengan membawa konsep Pumping Serasa Me Time.

S2 Pro dirancang untuk memberikan pengalaman pumping yang lebih nyaman melalui kombinasi teknologi kehangatan 360° HeatFlow™ 2.0 dengan tujuh tingkat suhu serta pijatan VibraPump™ dengan lima mode.

Berdasarkan pengujian internal eufy, teknologi VibraPump™ diklaim dapat membantu mempercepat proses pumping hingga 30%, sedangkan HeatFlow™ 2.0 diklaim membantu meningkatkan volume ASI hingga 35%.

Selain itu, perangkat ini dapat terhubung dengan aplikasi eufy yang menyediakan fitur meditasi terpandu untuk membantu ibu lebih rileks selama pumping.

Dari sisi desain, S2 Pro memiliki tingkat kebisingan 46 dB dan bentuk ringkas yang dapat digunakan di dalam bra. Perangkat ini juga dilengkapi pemantauan jumlah ASI secara real-time melalui aplikasi, peringatan ketika ASI berisiko meluap, serta fitur penghentian otomatis ketika wadah penampung penuh.

Untuk menunjang penggunaan sehari-hari, tersedia lampu bantu untuk pumping malam hari, charging case magnetis dengan daya hingga tujuh hari, serta enam komponen yang perlu dibersihkan.

Brand Manager Baby & Appliances Anker Innovations Indonesia, Nanda Yusnita, mengatakan bahwa pengembangan produk tersebut berangkat dari kebutuhan ibu menyusui yang tidak hanya membutuhkan perangkat untuk memompa ASI, tetapi juga kenyamanan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

“Kami ingin setiap sesi pumping tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi momen kecil bagi ibu untuk dirinya sendiri. Karena ketika ibu didukung, seluruh keluarga ikut merasakan manfaatnya,” kata Nanda.

Menurutnya, kehadiran teknologi handsfree diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi ibu dalam menjalankan aktivitas, tanpa harus selalu terikat pada satu tempat selama proses pumping.

Dalam momen yang sama, Anker Indonesia juga resmi merilis harga Anker eufy Pompa ASI Handsfree S2 Pro yakni sebesar Harga Rp7.499.000. Harga tersebut sudah termasuk botol susu senilai Rp399.000 dan timbangan pintar eufy A1 senilai Rp219.000.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal MotoGP Malaysia 2026, Sabtu 31 Oktober: Sprint Race! Kesempatan Emas Marc Marquez Perlebar jarak di Klasemen
• 4 jam lalu
0
thumb
Pilu ABG di Boyolali Diperkosa Ayah Tiri dan Kakek Tiri Selama 9 Tahun
• 20 jam lalu
0
thumb
Jadwal Pertandingan Super League Hari Ini: Persib-Persija Main di Akhir Pekan
• 18 jam lalu
0
thumb
Jelang Persija vs Dewa United, Polda Banten Minta Jakmania Hormati Sanksi Komdis PSSI agar Tak Hadir ke BIS
• 13 jam lalu
0
thumb
Jadwal Moto3 Malaysia 2026 Usai Veda Lolos Otomatis ke Sesi Kualifikasi 2
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.