jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berkomitmen mengawal berbagai program pemerintah agar benar-benar dirasakan masyarakat.
Mulai dari bantuan rumah tidak layak huni melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), hingga penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pertanian.
BACA JUGA: Ibas Ingatkan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Agar Jangan Sia-siakan Kesempatan Belajar
Komitmen tersebut disampaikan Ibas Yudhoyono dalam kegiatan Temu Massa Penerima Program BPBL dan BSPS di Desa Tegal Arum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Kamis (29/10).
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, EBY menyampaikan dirinya bersama para anggota legislatif di daerah akan terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA: Diskusi dengan Akademisi ANU, Ibas Dorong Penguatan Kebijakan Publik Berbasis 3 Hal Ini
“Setiap aspirasi masyarakat akan terus kami perjuangkan,” ujar Ibas.
Salah satu perhatian utama Ibas dalam kegiatan tersebut adalah pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal masyarakat sebagai program bedah rumah.
Ibas menceritakan kondisi salah satu penerima manfaat, Pargiono, yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi bangunan sederhana, berdinding kayu dan tripleks, serta membutuhkan perbaikan agar lebih layak untuk dihuni.
Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk aspirasi yang diperjuangkan bersama anggota DPRD setempat dan pemerintah desa, Pargiono mendapatkan bantuan BSPS sebesar Rp20 juta untuk membantu memperbaiki rumahnya.
Perbaikan tersebut meliputi pembenahan dinding dan atap sehingga kondisi rumah menjadi lebih baik, aman, dan nyaman bagi keluarga.
“Alhamdulillah, rumah Pak Pargiono hari ini sudah lebih baik berkat bantuan BSPS dari pemerintah. Program seperti ini harus terus dikawal,” ungkap EBY.
Pendidikan dan Kesehatan Fondasi Kesejahteraan
Dalam sambutannya, Ibas menegaskan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dia berharap tidak ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, hingga perguruan tinggi.
Wakil Ketua MPR RI tersebut juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai program dukungan pendidikan dari pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
“Pendidikan adalah yang utama. Anak-anak tidak boleh ada yang putus sekolah. Semua ingin generasi penerus menjadi makin cerdas,” tegasnya.
Selain pendidikan, EBY juga menaruh perhatian pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dia mendorong agar posyandu, puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan lainnya terus diperkuat, termasuk ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, proses persalinan, pemenuhan gizi anak, serta pendampingan tumbuh kembang menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Magetan, Pangayoman dan Soim, serta jajaran pemerintah daerah dan Kepala Desa Tegal Arum. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.(era/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul





Komentar (0)