Limbah Bisa Jadi Rupiah, Warga Antusias Kumpulkan Jelantah Lewat KDKMP

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

BANYUMAS - Masyarakat menyambut baik program uji coba pengumpulan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi. Peluncuran program ini dilakukan di KDKMP Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Jawa Tengah pada Kamis (29/10).

Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian Koperasi dan menjadikan KDKMP sebagai salah satu titik pengumpulan minyak jelantah (UCO) untuk selanjutnya diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan seperti, Bioavtur dan Green Gasoline. Minyak jelantah yang dikumpulkan di KDKMP akan ditukar dengan uang tunai, sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan secara finansial.

Warga menilai, inisiatif ini dapat memberikan solusi ganda, yakni menambah pendapatan ekonomi rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa dari pencemaran limbah domestik.

Samini, warga Desa Dawuhan RT 01/RW 01, mengungkapkan rasa senangnya atas kehadiran program ini. Menurutnya, sisa minyak goreng yang ia pakai kerap menjadi persoalan lingkungan karena dibuang sembarangan. Sebagian dari minyak jelantah kitu ada yang dijadikan lilin darurat. Kehadiran KDKMP Dawuhan sebagai agen penampung UCO lantas mengubah pandangannya terhadap limbah dapur tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Setiap selesai menggoreng di rumah, sisa minyaknya saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Dulu cuma dipakai sendiri untuk bikin lilin kalau mati lampu. Sekarang senang sekali karena bisa ditukarkan jadi uang tunai di koperasi. Tentu jadi makin semangat mengumpulkan jelantah dari dapur karena bisa menambah uang belanja kebutuhan sehari-hari," ujar Samini.

Senada dengan Samini, Yati, warga Desa Dawuhan lainnya mengatakan, penukaran minyak jelantah dengan uang tunai dalam program ini sangat membantu perekonomian keluarga. Menurutnya, program ini juga mengedukasi ibu rumah tangga agar tidak lagi memakai minyak goreng berulang kali karena berbahaya bagi kesehatan dan bisa merusak lingkungan jika dibuang secara sembarangan.

"Bagi ibu-ibu yang rutin memasak, program ini sangat bermanfaat. Minyak yang tadinya dibuang atau berbahaya kalau dipakai berulang kali, sekarang dikumpulkan dan disetorkan ke koperasi. Minyak jelantah yang dulu tidak bermanfaat kini jadi rupiah dan membawa berkah," tutur Yati.

Bukan hanya Samini dan Yati yang gembira dengan hadirnya program pengumpulan minyak jelantah di KDKMP, tapi juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner. Ketua KDKMP Desa Dawuhan, Suparjo, menjelaskan bahwa sejak sosialisasi dilakukan sepekan terakhir, partisipasi warga dan pelaku usaha sangat tinggi.

"Respons masyarakat sangat baik. Untuk tingkat rumah tangga, warga mampu mengumpulkan lebih dari setengah liter per minggu. Sementara dari pelaku UMKM kuliner dan gorengan di sekitar desa, ada yang mampu menyetorkan 10, 20, hingga 25 liter minyak jelantah dalam seminggu," jelas Suparjo.

Dengan manfaat ekonomi dan lingkungan yang nyata, Suparjo berharap kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi dalam program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, agar ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa dapat terus berkembang.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapal Wisata Terbakar di Nusa Penida Bali, 4 Turis Lompat ke Laut | SAPA MALAM
• 18 jam lalu
0
thumb
BP Batam beri penghargaan pada investor berdampak besar bagi ekonomi
• 18 jam lalu
0
thumb
Eksekusi Lahan 32 Hektare di Deli Serdang Ricuh, Polisi & Warga Terluka |BERITA UTAMA
• 19 jam lalu
0
thumb
Petunjuk Warna-warni Dipasang di Halte CSW, Warga Kini Tak Khawatir Nyasar
• 22 jam lalu
0
thumb
Takziah ke Keluarga Korban Karhutla Bromo, Menhut Janji Biayai Pendidikan Ahli Waris
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.