Gubernur Bali Wayan Koster Buka Suara Soal Video Viral Emosi ke Petugas SPBU: Itu Salah Saya

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster buka suara terkait video viral yang memperlihatkan dirinya emosi kepada petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat memantau kelangkaan BBM beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dia terpancing emosi setelah melihat pengawai SPBU tersebut marah-marah.

BACA JUGA: Gubernur Wayan Koster Tepis Isu Bali Sepi Wisatawan Selama Periode Nataru

"Salahnya saya, pegawai itu marah. Saya ikut marah. Itu salah saya," ucapnya mengakui kesalahannya di Denpasar, Jumat.

Koster di sela Rapat Paripurna DPRD Bali itu menjelaskan kedatangannya ke SPBU saat itu bertujuan memastikan penanganan kelangkaan BBM berjalan optimal dengan meninjau kesiapan operasional layanan 24 jam.

BACA JUGA: Pengalaman Peserta Retret Kepala Daerah Tidur di Barak ala Praja IPDN, Wayan Koster Bilang Begini

Saat tiba di lokasi, dia menemukan SPBU tidak beroperasi padahal antrean kendaraan masyarakat sudah mengular panjang.

Gubernur Bali kemudian berkoordinasi langsung dengan pimpinan SPBU mengenai kendala sistem komputasi yang menyebabkan penghentian layanan tersebut.

BACA JUGA: GRIB Muncul di Bali, Gubernur Wayan Koster: Ini Tak Bisa Dibiarkan

Di tengah pembicaraan itu, seorang petugas wanita mendadak memotong pembicaraan dan meluapkan emosi kepada Koster hingga berujung pada rekaman video viral khususnya pada bagian gubernur yang terlihat membalas kemarahan petugas dengan emosi yang sama hingga meminta petugas tersebut diam.

Koster mengakui terpancing emosi menjadi sebuah kesalahan karena seharusnya dia tetap tenang dan merespons petugas tersebut secara bijak.

Rasa penyesalan itu bahkan terus terbawa sampai ke rumah setelah dia mendapatkan teguran dari sang istri terkait penanganan insiden di lapangan.

Gubernur Koster menilai dinamika di lapangan dan krisis kelangkaan BBM serta LPG 3Kg tersebut merupakan bahan pembelajaran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah.

Ia menegaskan penanganan krisis kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama tanpa perlu saling menuding atau mencari kesalahan pihak mana pun.

Untuk percepatan penanganan saat itu, Koster bahkan intensif berkantor di Pertamina Depo Sanggaran hingga dini hari untuk merumuskan skema kebijakan bersama jajaran direksi.

Langkah cepat penanganan kelangkaan BBM tersebut mendapat apresiasi luas dari publik, pemerintah pusat, hingga jajaran duta besar.

"Pariwisata itu sangat sensitif terhadap isu keamanan, isu sosial. Jadi karena itu, ekstra upaya kami adalah bagaimana menjaga agar Bali kondusif," ujar Koster.

Koster kembali menegaskan masalah utama penundaan pasokan BBM saat itu bukan pada ketersediaan stok, melainkan kendala teknis distribusi.

Kapal pengangkut 18 juta liter minyak di Depo Manggis sempat gagal sandar selama 18 jam akibat jangkar tersangkut sehingga pengiriman ke seluruh SPBU Bali terhenti seharian.

"Saya pun bicara sama Bapak Dirut Pertamina untuk mengatasi ini jangan sampai terjadi lagi hal serupa ke depan," kata Koster.

Pemprov Bali mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi serta memelihara semangat gotong royong agar potensi krisis serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus ISPA karena Karhutla Tembus 330 Ribu, Menkes Sebut Jumlah Harian Turun Berkat Hujan
• 17 jam lalu
0
thumb
Pemkab Sumbawa Mediasi Sengketa Lahan PT SBS demi Kepastian Usaha
• 13 jam lalu
0
thumb
PSIM Tempuh Banding atas Sanksi Mauro Caballero, Tegaskan Tak Ada Toleransi terhadap Rasisme
• 19 jam lalu
0
thumb
Salmon Kalah, Ikan Asli RI Mengandung Omega 3 Tertinggi di Dunia
• 4 jam lalu
0
thumb
Syahrini Ngaku Culture Shock Usai Dinikahi Reino Barack, Ungkap Kebiasaan Unik Suami hingga Mertuanya: Bukan Duniaku
• 31 menit lalu
0
Berhasil disimpan.