Gresik (beritajatim.com) – Apresiasi terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Ibnu Sina Gresik datang dari anggota kepolisian, Ipda Purnomo. Dia mengaku puas setelah melihat langsung aktivitas pelayanan sekaligus berbincang dengan sejumlah pasien yang tengah menjalani pemeriksaan.
Bukan sekadar melihat kemegahan bangunan rumah sakit, perwira Polri yang viral dengan tagline ‘Polisi Baik’ ini memilih berkeliling ke sejumlah titik pelayanan untuk mengetahui pengalaman masyarakat.
Dia juga menanyakan secara langsung kepada pasien mengenai kualitas pelayanan yang diterima. Dari hasil perbincangan tersebut, Purnomo mengaku mendapatkan respons positif.
Masyarakat yang ditemuinya menyampaikan bahwa pelayanan rumah sakit semakin baik, petugas bersikap ramah, serta suasana rumah sakit terasa nyaman.
“Pelayanan rumah sakit ini sudah luar biasa. Saya tadi keliling ke berbagai tempat pelayanan dan bertanya langsung kepada masyarakat yang sedang melakukan pemeriksaan. Semuanya menyatakan pelayanan semakin bagus,” katanya, Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan hal penting karena rumah sakit menjadi salah satu fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ipda Purnomo berharap upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membenahi pelayanan kesehatan tersebut bisa menjadi referensi bagi daerah lain. Terlebih, kemudahan memperoleh layanan medis seharusnya menjadi hak seluruh lapisan masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik bisa dicontoh pemerintah-pemerintah kabupaten lainnya atau tetangganya,” ujarnya.
Pelayanan yang mendapat apresiasi tersebut ditunjang keberadaan Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Gresik. Bangunan tujuh lantai ini mengintegrasikan 26 klinik rawat jalan dalam satu kawasan.
Konsep tersebut memungkinkan pasien mengakses berbagai kebutuhan medis tanpa harus berpindah-pindah gedung. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan laboratorium, radiologi, farmasi, hingga konsultasi dengan dokter spesialis telah ditempatkan sesuai pembagian lantai.
Lantai pertama difungsikan untuk pendaftaran, kasir, instalasi radiologi, dan farmasi. Sementara itu, lantai kedua menyediakan layanan laboratorium serta sejumlah klinik, di antaranya psikologi klinis, kesehatan jiwa, THT, dan kulit.
Layanan spesialis lainnya meliputi klinik anak, jantung, saraf, penyakit dalam, bedah umum, urologi, hingga ortopedi.
Kemudahan akses juga diberikan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Mereka tetap dapat memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kasubag Tata Usaha RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Ahmad Rifa’i, menuturkan bahwa pihaknya terus mengingatkan seluruh pegawai agar mengutamakan keramahan, kecepatan, dan kemudahan dalam melayani pasien.
Dia menyebut komitmen peningkatan pelayanan publik di bidang kesehatan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gresik. Karena itu, tidak boleh ada perlakuan berbeda terhadap masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan.
“Bupati tidak main-main terhadap pelayanan prima yang harus diberikan kepada masyarakat. Kalau ada diskriminasi terhadap masyarakat, beliau akan memantau langsung,” papar Rifa’i.
Dia menambahkan, pasien yang belum mempunyai BPJS Kesehatan cukup membawa KTP dan menyampaikan kepada petugas bahwa ingin menggunakan fasilitas UHC. “Tidak perlu syarat-syarat lainnya. Tinggal membawa KTP, kemudian menyampaikan ingin menggunakan UHC,” ujarnya.
Niki (35), salah satu pasien asal Kebomas, mengatakan pelayanan yang diterimanya di RSUD Ibnu Sina berlangsung dengan baik, mulai dari keramahan petugas hingga kecepatan proses pelayanan. “Untuk pelayanannya sangat ramah, cepat, dan nyaman,” pungkasnya. (dny/kun)





Komentar (0)