PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatatkan pergeseran komposisi pasar penjualan batu bara sepanjang Januari–September 2026. Volume penjualan ekspor meningkat 5% secara tahunan menjadi 15,61 juta ton, sedangkan penjualan domestik justru turun 12% menjadi 16,62 juta ton.
Berdasarkan laporan kinerja operasional perusahaan hingga kuartal III-2026, penjualan ekspor PTBA meningkat dari 14,88 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 15,61 juta ton. Sebaliknya, penjualan di pasar domestik menyusut dari 18,82 juta ton menjadi 16,62 juta ton.
Perubahan tersebut membuat pasar ekspor menyumbang sekitar 48% dari total volume penjualan PTBA, sementara pasar domestik berkontribusi sebesar 52%. Pada periode yang sama tahun lalu, porsi ekspor masih sekitar 44% dan domestik sekitar 56%.
Meski penjualan ekspor mengalami pertumbuhan, total volume penjualan batu bara PTBA justru terkoreksi 4% menjadi 32,23 juta ton dibandingkan 33,70 juta ton pada sembilan bulan pertama 2025. Dengan demikian, peningkatan penjualan ke pasar luar negeri belum sepenuhnya mampu mengompensasi penurunan penjualan domestik.
Dari sisi tujuan pengiriman, lima negara yang menjadi pasar ekspor terbesar PTBA meliputi Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand. Namun, laporan perusahaan tidak merinci volume penjualan maupun kontribusi pendapatan dari masing-masing negara tujuan tersebut.
Peningkatan ekspor berlangsung di tengah penguatan harga batu bara global. PTBA mencatat harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara meningkat 18% secara tahunan hingga September 2026. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks Newcastle sebesar 25% dan indeks ICI-3 sebesar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan harga jual tersebut turut menopang pendapatan perusahaan yang mencapai Rp35,20 triliun, meningkat 12% dibandingkan Rp31,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan PTBA tetap terjaga meskipun total volume penjualan mengalami penurunan.
Baca Juga: PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional
Baca Juga: Ditopang Batu Bara, Angkutan Barang via Kereta Tembus 6,2 Juta Ton di Triwulan III 2026
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan perusahaan akan terus mengoptimalkan peluang pasar domestik maupun ekspor di tengah dinamika industri batu bara. Perseroan juga berupaya memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis serta mempercepat pengembangan infrastruktur logistik untuk mendukung pertumbuhan usaha.
"Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis, mengoptimalkan peluang pasar domestik dan ekspor, serta memastikan pengembangan infrastruktur logistik dapat segera berjalan agar mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan," ujar Bambang dalam keterangan resmi perusahaan.






Komentar (0)