Prabowo Bakal Resmikan Program Listrik Desa di 1.413 Titik

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan program listrik desa di 1.413 titik dalam waktu dekat.

Prabowo Bakal Resmikan Program Listrik Desa di 1.413 Titik. (Foto Binti M/IMG)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan program listrik desa di 1.413 titik dalam waktu dekat. Peresmian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini masih terdapat hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia yang belum memiliki akses listrik.

Baca Juga:
Bahlil Lapor ke Prabowo Soal Listrik Desa hingga Perkembangan Pabrik Baterai Mobil Listrik

“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Bahlil kepada awak media usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (30/10/2026).

Bahlil menjelaskan, 1.413 titik tersebut merupakan bagian dari program listrik desa tahun 2025. Pemerintah terus mengupayakan pemerataan akses energi agar masyarakat di desa dan dusun yang belum teraliri listrik dapat menikmati layanan kelistrikan.

Baca Juga:
Lapor Prabowo, BRIN Sebut Limbah Sawit Bisa Hasilkan Listrik

Selain membahas program listrik desa, Bahlil juga melaporkan kepada Prabowo terkait perkembangan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam (ANTM).

Pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo setahun lalu itu kini sudah mulai berproduksi dan dalam waktu dekat akan diresmikan.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, saat ini Indonesia memiliki tiga fasilitas produksi baterai kendaraan listrik, yakni pabrik milik Hyundai, pabrik di Halmahera dengan investasi dari China, serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam.

Dia menyebut pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia, mulai dari sektor pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” ujar Bahlil.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bulog Lampaui Target Serapan Beras 2026, Capai 4,25 Juta Ton
• 14 jam lalu
0
thumb
Jadikan Kasus Hukum Titik Balik Hidup Sehat, Richard Lee Akui Baru Olahraga
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK panggil ulang Wakil Bupati Bogor dan empat saksi di Polres Bogor
• 5 jam lalu
0
thumb
Anwar Abbas Sebut Pembagian Kuota Haji Tambahan 50% Era Yaqut Keputusan Bijak
• 16 jam lalu
0
thumb
China Tuding Filipina Hambat Kehadirannya di Forum Pertahanan ASEAN
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.