Janji Kampanye Gibran Soal 19 Juta Lapangan Kerja, Budiman Sudjatmiko: Mustahil...

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menyebut realisasi janji 19 juta lapangan kerja yang pernah disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sulit diwujudkan jika masih menggunakan konsep pekerjaan tradisional.

Pernyataan itu disampaikan Budiman saat menjadi narasumber dalam program Rosi di Kompas TV. Diskusi tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Fathimah Azzahrah.

Dalam perbincangan itu, Fathimah menagih penjelasan mengenai janji 19 juta lapangan kerja yang disampaikan pasangan Prabowo-Gibran saat Pemilihan Presiden 2024. Host kemudian mempertegas pertanyaan tersebut dengan menanyakan apakah target itu memungkinkan untuk segera direalisasikan.

“Kalau ditagih 19 juta lapangan pekerjaan itu, memungkinkan tidak untuk segera dilakukan?”

Budiman menjawab bahwa penciptaan pekerjaan dalam pengertian konvensional merupakan sesuatu yang mustahil.

“Lapangan kerja dalam pengertian tradisional, imposibel (mustahil),” kata Budiman.

Menurut dia, pemerintah kini perlu mengarahkan perhatian pada konsep lapangan kerja yang lebih relevan dengan perubahan zaman. Budiman mengakui bahwa pendekatan baru tersebut menjadi hal yang perlu disadari dan dikerjakan.

“Yang harus dilakukan, dan kami sadari itu, lapangan kerja dalam pengertian baru,” ujar Budiman.

Mantan kader PDI Perjuangan itu juga menyinggung perubahan cara memandang kesejahteraan. Ia menilai kemakmuran tidak selalu berkaitan langsung dengan ketersediaan lapangan kerja.

“Terus, ada fenomena baru lagi. Bicara kemakmuran, tapi tidak ada hubungannya dengan lapangan kerja,” imbuh Budiman.

Ia kemudian menyebut sejumlah konsep yang menurutnya perlu diperhatikan, yakni pendapatan dasar universal, layanan dasar universal, dan aset dasar universal. Selain itu, tantangan digitalisasi juga harus dijawab melalui kemampuan beradaptasi dengan ekosistem dunia digital.

Baca Juga: Ferdinand Bicara Skenario di Balik Gugatan Suket Gibran: Cuma Buat Cuci Dokumen, Bukan Cari Keadilan

“Kesejahteraan tidak ada hubungannya dengan lapangan kerja, sekadar ngukir, sekarang maruk, sekadar gotong kayu. Ada tantangan digitalisasi, itu yang harus kita jawab juga,” pungkas Budiman.

Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja sebelumnya disampaikan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Saat itu, Gibran menyatakan Indonesia merupakan negara besar sehingga pembangunan harus terus dilakukan dan pemerataannya menjangkau seluruh wilayah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OJK: DSSA, BREN hingga CUAN Telah Bayar Denda Rp2,1 Triliun
• 20 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Turun Tangan Awasi Dapur MBG, Ribuan SPPG Bakal Diperiksa Mulai November 2026
• 12 menit lalu
0
thumb
Kemendagri Dorong Transformasi Penilaian Kinerja ASN dalam Kebijakan TPP
• 47 menit lalu
0
thumb
Gunung Mayon Filipina Erupsi Jumat Pagi, Semburkan Abu Tebal dari Kawah
• 12 menit lalu
0
thumb
BMKG prakirakan sejumlah wilayah Jakarta hujan ringan pada Jumat
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.