BMKG Deteksi 433 Titik Panas di Kaltim, Kabupaten Paser Terbanyak

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Balikpapan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 433 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Temuan tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.

Berdasarkan pemantauan citra satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 melalui Data FTP Himawari BMKG pada Jumat, 30 Oktober 2026, jumlah titik panas tercatat hingga pukul 11.05 Wita.

Dari keseluruhan temuan tersebut, BMKG mengelompokkan tingkat kepercayaan atau confidence level ke dalam tiga kategori. Sebanyak satu titik masuk kategori rendah, 430 titik kategori sedang, dan dua titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 117 titik. Seluruhnya tercatat dalam kategori tingkat kepercayaan sedang. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menempati urutan berikutnya dengan 91 titik panas yang juga masuk kategori sedang.

Sementara itu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mencatat 89 titik panas. Rinciannya, satu titik berkategori rendah, 86 titik kategori sedang, dan dua titik kategori tinggi.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), BMKG mendeteksi 61 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Selanjutnya, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat 60 titik dan Kabupaten Berau sebanyak sembilan titik, yang seluruhnya masuk kategori sedang.
 

Baca Juga :

Polda Riau Tetapkan 65 Tersangka Kasus Karhutla Sepanjang 2026


Pemantauan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan adanya empat titik panas. Kota Samarinda tercatat memiliki tiga titik, sedangkan Kota Bontang terpantau dua titik. Seluruh temuan di wilayah tersebut berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.

Adapun Kabupaten Mahakam Ulu menjadi wilayah dengan jumlah temuan paling sedikit, yakni satu titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang.

BMKG mengingatkan masyarakat dan instansi terkait di Kaltim untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih banyaknya titik panas yang terdeteksi, terutama pada kategori tingkat kepercayaan sedang.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.


Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, warga diimbau mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, menyampaikan hasil pemantauan titik panas di wilayahnya berdasarkan laporan BMKG Balikpapan. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 01.00 hingga 24.00 Wita, terpantau 36 titik panas di Kabupaten PPU.

Sebaran tersebut meliputi satu titik di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, serta empat titik di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam. Sementara itu, Kecamatan Waru mencatat 31 titik panas. Rinciannya, delapan titik berada di Kelurahan Api-Api, 13 titik di Kelurahan Waru, dan 10 titik lainnya di Desa Sesulu.

“Sebagian besar titik panas  masih terpantau per Jumat ini berada di lokasi karhutla di area konsesi PT. Fajar Surya Swadaya dan PT Balikpapan Wana Lestari, sehingga kami telah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan tersebut,” tutupnya. (Ervan Masbanjar)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Loka MBG Aplikasi Belanja untuk Serap Produk Petani Lokal
• 21 jam lalu
0
thumb
Gugatan PTUN Suket Pendidikan SMA Gibran Dicabut, Denny Indrayana Dituding Politisasi Hukum
• 20 jam lalu
0
thumb
BMKG prakirakan sejumlah wilayah Jakarta hujan ringan pada Jumat
• 11 jam lalu
0
thumb
Ngincar Volvo Bekas, Cek Rembesan Oli dan Radiator Jadi Kunci
• 9 jam lalu
0
thumb
Di Tengah Tekanan Komisi GoRide, GoTo Bidik EBITDA Rp3,7 Triliun
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.