Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan kasus penyelewengan pengadaan barang dan jasa serta korupsi pemotongan upah pungut (UP) atau insentif pajak di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan jika pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang berlangsung di Kabupaten Bogor.
"Beberapa saksi yang dihadirkan hari ini di antaranya ASN di lingkungan Dinas Pendapatan tentunya didalami terkait dengan praktik-praktik ataupun SOP mekanisme pemotongan atau upah pungut itu seperti apa, pengumpulan upah pungut itu seperti apa," kata Budi kepada awak media, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Di sisi lain, Budi memaparkan jika pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dugaan korupsi yang terjadi.
Karenanya, ia mengaku belum terdapat tersangka dalam perkara yang tengah diusut oleh lembaga anti rasuah itu.
"Saat ini masih sprindik umum dan belum ada penetapan tersangka, sehingga penyidikannya masih terus berprogres untuk pengumpulan kecukupan alat bukti, sehingga nanti penyidik akan analisis, akan hitung gitu ya, kecukupan alat bukti dalam penetapan tersangka di perkara ini," jelasnya.
Dalami Dugaan Korupsi Upah Pungut, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Diperiksa KPK
KPK terus mendalami dugaan kasus korupsi berupa pemotongan UP atau insentif pajak, serta dugaan penyelewengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Bogor.
Dalam upaya pendalamannya, KPK turut menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau akrab disapa Jaro Ade pada Selasa (27/10/2026).
"Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan TPK terkait pemotongan upah pungut pajak dan retribusi daerah, serta pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Bogor, Selasa (27/10), penyidik melanjutkan pemeriksaan kepada sejumlah saksi," kata Budi, Selasa (27/10/2026).
Budi menjelaskan pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Menurutnya, penyidik turut melakukan pemeriksaan saksi lainnya, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Inspektur Daerah Kabupaten Bogor (Kepala Bappenda tahun 2022-2025) Arif Rahman, Staf Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor (Bendahara Pengeluaran) Sesilia Windy Gloriana, dan ajudan Bupati Kabupaten Bogor Gilang Windu.





Komentar (0)