Teheran: Angkatan Udara Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan memaksa sebuah pesawat untuk meninggalkan wilayah Pulau Qeshm.
Tindakan dilakukan di tengah laporan mengenai adanya ledakan dan kemungkinan aktivitas pertahanan udara di dekat lokasi tersebut.
Kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, dengan mengutip sejumlah sumber, melaporkan bahwa Angkatan Kedirgantaraan telah mencegat pesawat tersebut dan memaksanya untuk keluar dari wilayah itu.
Kedua kantor berita tersebut tidak mengungkapkan asal maupun model pesawat itu, seraya mencatat bahwa belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan terkait insiden yang dilaporkan tersebut.
Secara terpisah, kantor berita Iran, Fars pada Kamis 29 Oktober 2026 melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar di dekat Selat Hormuz, termasuk di perairan lepas pantai Sirik dan Pulau Qeshm.
Mengutip sumber-sumber lokal, Fars menyebutkan bahwa penduduk Pulau Qeshm melaporkan melihat kilatan cahaya dan mendengar suara-suara di langit, sementara beberapa sumber menduga bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan.
Kantor berita tersebut menyatakan bahwa temuan awal mengindikasikan beberapa suara itu berkaitan dengan tembakan peringatan yang ditujukan kepada kapal-kapal yang diduga beroperasi tanpa izin di Selat Hormuz.
Belum ada konfirmasi resmi segera terkait insiden-insiden yang dilaporkan tersebut.





Komentar (0)