Harga CPO Rebound, Naik Lebih dari 1 Persen Jelang Akhir Pekan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) naik lebih dari 1 persen pada Jumat (30/10/2026), didorong aksi bargain hunting.

Harga CPO Rebound, Naik Lebih dari 1 Persen Jelang Akhir Pekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik lebih dari 1 persen pada Jumat (30/10/2026), didorong aksi bargain hunting serta penguatan harga minyak sawit olein di Dalian dan minyak kedelai di Chicago.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,39 persen menjadi 4.680 ringgit per ton pada pukul 14.45 WIB.

Baca Juga:
Cabai Rawit di Halmahera Utara Tembus Rp150 Ribu per Kg, Kemendag Tambah Pasokan

Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut masih melemah 3,66 persen.

Kepala Riset broker minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan harga CPO menguat mengikuti pemulihan bullish pada minyak sawit olein Dalian dan minyak kedelai Chicago selama perdagangan Asia.

Baca Juga:
AMMAN (AMMN) Cetak Laba Bersih Rp15,8 Triliun, Balik Rugi Jadi Untung

"Harga juga pulih karena aksi bargain hunting dengan dukungan teknikal yang kuat terlihat di bawah level 4.600 ringgit untuk kontrak berjangka acuan Januari 2027," kata Bagani, seperti dikutip Reuters.

Menurut Bagani, perhatian pasar kini beralih ke data ekspor dan produksi minyak sawit Malaysia untuk periode Oktober secara penuh, serta perkiraan kenaikan persediaan.

Baca Juga:
TOBA Bukukan Rugi Rp720 Miliar hingga September 2026, Turun 69 Persen

Di Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,61 persen, sementara kontrak minyak sawit menguat 0,89 persen.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,88 persen.

Pergerakan harga CPO turut dipengaruhi oleh minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.

Harga minyak mentah juga naik pada Jumat dan berpeluang mencatat kenaikan bulanan keempat.

Penguatan terjadi setelah serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz kembali menyoroti risiko gangguan pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran yang telah memasuki bulan kedelapan.

Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel karena komoditas tersebut bersaing dengan minyak nabati lain dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar nabati.

Sementara itu, ringgit, mata uang yang digunakan dalam perdagangan CPO, menguat 0,2 persen terhadap dolar AS.

Penguatan ringgit membuat komoditas tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Promosi Perjalanan Wisata untuk Warga Israel, 2 WN AS di Bali Dideportasi
• 4 jam lalu
0
thumb
Peringatan Keras Hashim Djojohadikusumo: IHSG Hancur dari Dalam, Bukan Karena MSCI
• 16 jam lalu
0
thumb
Raih Emas Asian Games, Atlet Bulu Tangkis Fikri Bidik Target Olimpiade
• 14 jam lalu
0
thumb
Koalisi Saudi Cegat 2 Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh
• 16 jam lalu
0
thumb
Merangkai Cerita dari Karya UMKM Binaan Pertamina
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.