2 Atlet Porprov Jateng Meninggal Dunia, KONI Akhirnya Evaluasi Menyeluruh

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya dua atlet dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII Tahun 2026.

Sekretaris Umum KONI Jateng Budi Santoso mengatakan, pihaknya akan memperkuat standard operating procedure (SOP) pertandingan dan menambah dukungan medis demi meningkatkan keselamatan atlet.

"Pertama, kami sampaikan untuk peningkatan kualitas SOP yang memberikan, memberi ruang untuk kepentingan keselamatan atlet lebih diutamakan," ujar Budi dalam jumpa pers di Semarang, Jumat (30/10).

Ia menjelaskan, sebenarnya evaluasi rutin telah dilakukan, baik oleh masing-masing cabang olahraga maupun melalui pertemuan harian Chief de Mission (CDM) dengan para pimpinan kontingen selama pertandingan berlangsung.

"Kita setiap malam mengadakan evaluasi, baik di internal cabor masing-masing maupun di CDM meeting harian. Dan semalam dilakukan evaluasi menyeluruh," jelas Budi.

Ia menegaskan, SOP keselamatan atlet penting untuk ditingkatkan, terutama bagi cabang olahraga yang memiliki risiko keselamatan tinggi. Termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas sarana pendukung pertandingan.

"Kemudian untuk tenaga medis dan paramedis termasuk ambulans sudah disiapkan dan dilebihkan sebagai cadangan jika terjadi sesuatu," tegas Budi.

Pihaknya pun menghormati proses penyelidikan yang saat ini sedang dilakukan kepolisian terkait meninggalnya dua atlet tersebut.

"Apakah ada dugaan itu (kelalaian), mohon nanti menjadi kewenangan kepolisian," kata Budi.

Atlet Asal Jepara dan Semarang

Sebelumnya, atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia setelah sempat tenggelam di tengah kompetisi selam laut pada Minggu (25/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia diduga mengalami kelelahan saat bertanding.

Beberapa hari setelah kematian Syabilla, atlet silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), meninggal dunia pada Rabu (28/10) pagi setelah menjalani operasi atas cedera yang dialaminya saat bertanding dalam Porprov Jawa Tengah 2026.

Ia mengalami cedera pada ruas jari tengah saat menghadapi babak perempat final melawan atlet Kabupaten Batang pada Senin (26/10). Ayudiah kemudian menjalani operasi di RS Primaya pada Selasa malam (27/10).

Usai operasi, dokter menyebut keadaan Ayudiah stabil dan baik. Ia juga sempat berkomunikasi dengan keluarganya. Namun, esok paginya saat dibangunkan, Ayudiah telah tiada.

Sekilas Porprov Jateng

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII tahun 2026 merupakan pesta olahraga multi-event terbesar di Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh KONI Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gelaran ini diadakan pada 25–30 Oktober 2026 di Semarang Raya, berpusat di Stadion Jatidiri, sebagai ajang seleksi serta pembinaan atlet menuju PON XXIV 2028.

Sebanyak 7.999 atlet dari 35 kabupaten/kota beradu kemampuan di ajang ini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PGN (PGAS) Teken 7 Kerja Sama Gas Pipa dan LNG, Termasuk Blok Masela
• 7 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Segera Resmikan Program Listrik Desa di Sulawesi
• 10 jam lalu
0
thumb
Destinasi Baru untuk Estetika, Slimming, dan Wellness Premium
• 14 jam lalu
0
thumb
Bila Jokowi Hadir di Sidang Ijazah, Dokter Tifa Ingin Gali Keterangan Ayah Gibran Melalui 712 Dokumen
• 22 jam lalu
0
thumb
Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Progres Signifikan, Menko PMK Apresiasi Satgas PRR
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.