GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar pada Kuartal III 2026

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), perusahaan induk Gojek dan GoPay, mencatat laba bersih sebesar Rp441 miliar pada kuartal III 2026. Capaian ini menandai keberhasilan perusahaan membukukan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut.

Hasil itu berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya, ketika GoTo masih mencatat kerugian bersih Rp255 miliar.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, nilai transaksi bruto inti atau Core Gross Transaction Value (Core GTV) meningkat 89 persen menjadi Rp194 triliun. Sementara pendapatan bersih tumbuh 17 persen menjadi Rp5,6 triliun.

Hans Patuwo Direktur Utama GoTo Group mengatakan, pencapaian tersebut diraih di tengah kondisi bisnis yang menantang, termasuk penerapan batas maksimal komisi delapan persen pada layanan GoRide.

“Pada kuartal ketiga 2026, kami kembali mencatatkan laba bersih, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Kami juga menaikkan proyeksi EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” kata Hans dalam keterangan resmi perusahaan, Jumat (30/10/2026).

“Hasil ini diraih dalam beberapa bulan yang penuh tantangan. Ini merupakan kuartal penuh pertama sejak batas komisi delapan persen diterapkan pada GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” lanjutnya.

Hans menjelaskan, perusahaan tetap berfokus menjaga disiplin operasional dan mengelola penggunaan modal secara optimal. GoTo juga menjalankan dua langkah untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, yakni pembatalan saham treasuri dan melanjutkan pembelian kembali saham atau buyback.

Ia mengatakan perusahaan tetap berfokus pada disiplin operasional dan alokasi modal. Perusahaan juga telah menjalankan dua inisiatif untuk memberikan nilai lebih kepada pemegang saham.

“Pertama, kami akan membatalkan 32 miliar saham treasuri, sebagaimana baru-baru ini disetujui dalam RUPSLB. Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sebesar 2,7 persen dan meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada,” jelas Hans.

“Kedua, kami terus melakukan pembelian kembali saham karena kami melihat nilai yang signifikan pada saham perusahaan,” tambahnya.

Adapun pembatalan 32 miliar saham treasuri tersebut telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Proses pembatalan saham ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan setelah seluruh persyaratan regulasi dipenuhi.

Selain itu, hingga 29 Oktober 2026, GoTo telah membeli kembali sekitar 36 miliar saham senilai Rp985 miliar, atau hampir tiga persen dari total saham perusahaan. Pembelian itu dilakukan sejak Bursa Efek Indonesia menghapus batas harga minimum saham Rp50 pada 28 September 2026.

GoTo masih memiliki alokasi dana sekitar Rp2,5 triliun untuk melanjutkan program pembelian kembali saham yang berlaku hingga Juni 2027.

Di sisi lain, Hans menegaskan perusahaan akan terus menjaga fundamental bisnis agar tetap sehat sekaligus memperluas dukungan bagi seluruh pihak dalam ekosistem GoTo, termasuk jutaan mitra pengemudi.

“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Bisnis yang sehat memungkinkan kami terus bertumbuh dan mendukung semua pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra pengemudi,” katanya.

“Kami terus memperluas Program Apresiasi Mitra agar lebih banyak mitra pengemudi dan keluarga mereka dapat menerima manfaat, mulai dari perlindungan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga perjalanan umrah yang seluruh biayanya ditanggung perusahaan,” lanjut Hans.

Dari sisi kinerja keuangan, GoTo mencatat laba operasional Rp351 miliar pada kuartal III 2026. EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp950 miliar, meningkat 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus kas bebas yang disesuaikan juga meningkat menjadi Rp1,21 triliun. Sementara jumlah pengguna yang bertransaksi dalam periode satu tahun tumbuh 16 persen menjadi 72,5 juta pengguna. GoTo turut mencatat pendapatan biaya layanan dari Tokopedia sebesar Rp235 miliar.

Secara kumulatif, selama Januari hingga September 2026, GoTo membukukan pendapatan bersih Rp16,55 triliun dan laba bersih Rp864 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat kerugian bersih Rp997 miliar.

Kinerja Gojek dan GoPay

Pada bisnis layanan on-demand Gojek, jumlah pesanan yang diselesaikan selama kuartal III 2026 meningkat sembilan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi bruto Gojek mencapai Rp16,9 triliun, tumbuh satu persen secara tahunan.

Pertumbuhan nilai transaksi yang lebih rendah dibandingkan jumlah pesanan dipengaruhi meningkatnya penggunaan layanan dengan harga lebih terjangkau serta perubahan tarif GoRide setelah penerapan batas komisi delapan persen.

Pendapatan bersih Gojek tercatat Rp3,3 triliun, dengan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp347 miliar, meningkat tiga persen.

Pada layanan transportasi atau mobility, jumlah pesanan yang diselesaikan meningkat 10 persen. Namun, EBITDA yang disesuaikan turun 16 persen menjadi Rp159 miliar akibat penerapan batas komisi GoRide.

GoTo memperkirakan kebijakan batas komisi delapan persen memberikan dampak finansial sekitar Rp150 miliar selama kuartal III 2026. Perusahaan menyebut kinerja GoRide yang sempat mencatat EBITDA disesuaikan negatif pada Juli kini mulai membaik dan bergerak menuju titik impas.

Sementara itu, bisnis layanan pengantaran atau delivery mencatat pertumbuhan jumlah pesanan sebesar tujuh persen. EBITDA yang disesuaikan pada layanan ini meningkat 20 persen menjadi Rp227 miliar, seiring meningkatnya frekuensi pesanan dengan nilai transaksi yang lebih kecil.

GoTo juga menyatakan masih menunggu aturan pelaksana dari Kementerian Komunikasi dan Digital terkait layanan pengantaran.

Aturan tersebut berkaitan dengan Peraturan Presiden mengenai perlindungan ekosistem transportasi berbasis platform digital yang telah mengatur batas komisi delapan persen untuk transportasi roda dua serta mengklasifikasikan mitra pengemudi sebagai pelaku usaha mikro.

Pada bisnis teknologi finansial GoPay, jumlah pengguna yang bertransaksi setiap bulan mencapai 30,4 juta orang pada kuartal III 2026, meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah transaksi tumbuh 86 persen menjadi 2,8 miliar transaksi. Sementara nilai transaksi bruto inti GoPay meningkat 96 persen menjadi Rp187 triliun. Pertumbuhan tersebut turut mendorong pendapatan bersih bisnis teknologi finansial GoTo naik 49 persen menjadi Rp2,3 triliun.

EBITDA yang disesuaikan pada segmen ini mencapai Rp550 miliar, meningkat dari Rp136 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di bisnis pinjaman, total pokok pinjaman yang masih berjalan mencapai sekitar Rp12 triliun, tumbuh 51 persen secara tahunan.

Meski bisnis pinjaman terus berkembang, GoTo menyatakan tetap menerapkan penyaluran kredit secara hati-hati.

Perusahaan sebelumnya telah memperketat pemberian pinjaman kepada kelompok pengguna dengan risiko kredit tertinggi pada kuartal II 2026.

Langkah tersebut disebut membantu membatasi penurunan kualitas kredit pada kuartal III. Perusahaan juga memanfaatkan tenor pinjaman yang relatif pendek untuk menyesuaikan penilaian kelayakan kredit dengan perubahan kondisi pasar.

Target Kinerja 2026 Dinaikkan

Sejalan dengan perkembangan tersebut, GoTo menaikkan proyeksi EBITDA yang disesuaikan sepanjang 2026 dari sebelumnya Rp3,2–3,4 triliun menjadi Rp3,5–3,7 triliun.

Untuk bisnis teknologi finansial, target dinaikkan dari Rp1,7–1,8 triliun menjadi Rp1,9–2 triliun. Sementara pada bisnis layanan on-demand, rentang proyeksi diperlebar dari Rp1,4–1,5 triliun menjadi Rp1,4–1,6 triliun.

Menurut perusahaan, perubahan target tersebut mencerminkan kinerja bisnis teknologi finansial yang terus menguat serta tanda-tanda awal pertumbuhan pada layanan on-demand.

Penyesuaian proyeksi juga mempertimbangkan kemungkinan perubahan regulasi, termasuk aturan pelaksana untuk layanan pengantaran. (adv/bil/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Semangat Sumpah Pemuda: Pertamina Foundation Melalui PFmuda Cetak Ratusan Young Leaders
• 18 jam lalu
0
thumb
Hizbullah Ancam Israel Usai Pemilu, Beri Ultimatum Keras Pada Pemenang
• 10 jam lalu
0
thumb
Partai Perindo Manado Targetkan 3 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
• 47 menit lalu
0
thumb
Inggris Minta Warga Siapkan Persediaan Darurat, dari Makanan hingga Obat-obatan, Ada Apa?
• 8 jam lalu
0
thumb
Hashim Ramal Dolar AS Bisa Tembus Rp22.000 Gegara MSCI, Begini Respons Bos BI
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.