London, VIVA – Inggris menjadi sorotan setelah pemerintah meluncurkan kampanye Be Ready untuk mengimbau masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan kekurangan pangan, serangan siber, dan berbagai keadaan darurat lainnya.
Kampanye ini sekaligus menandai dimulainya program tiga tahun untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi situasi darurat. Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting juga memperkenalkan panduan terbaru untuk menghadapi berbagai ancaman, seperti banjir dan kebakaran hutan.
Pemerintah menyarankan setiap rumah tangga mengambil langkah sederhana untuk mengantisipasi gangguan layanan sehari-hari. Salah satunya dengan menyediakan persediaan uang tunai, air minum kemasan, dan makanan kaleng yang cukup untuk tiga hari.
Pemerintah juga meluncurkan situs web khusus yang menyediakan daftar perlengkapan darurat yang bisa diunduh.
Sejak panduan terbaru tersebut diumumkan, penjualan makanan kaleng, radio putar manual, dan senter dilaporkan meningkat tajam.
Ancaman yang Menjadi Perhatian Pemerintah Inggris?Melansir laman The Independent UK, Jumat (30/10/2026), pemerintahan Andy Burnham berfokus pada penguatan ketahanan nasional di tengah ancaman yang berasal dari Rusia.
Pada Sabtu, Streeting menyatakan Inggris harus siap menghadapi kemungkinan perang dalam 1.000 hari ke depan. Menurutnya, negara-negara yang dianggap sebagai lawan Inggris berpotensi memiliki kemampuan untuk menyerang negara tersebut pada 2030.
Dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph, Streeting mengatakan kesediaan negara-negara lawan untuk mencelakakan Inggris bukanlah hal baru. Namun, kemampuan mereka untuk melakukannya telah meningkat.
"Kesediaan lawan-lawan kita untuk mencelakakan kita bukanlah hal baru. Yang berubah adalah kemampuan mereka. Pada 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka pada posisi untuk menyerang," tulisnya.
Ia menambahkan, Inggris memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi mempersiapkan diri bersama negara-negara sekutunya agar mampu menghadapi dan memenangkan perang.
Merujuk pada potensi agresi Rusia, Streeting menegaskan bahwa Inggris perlu mempersiapkan diri untuk mencegah skenario terburuk.
Saat menjelaskan kampanye Be Ready, ia mengatakan ancaman yang dihadapi Inggris bukan sekadar kemungkinan hipotetis. Ancaman tersebut dinilai nyata dan semakin dekat sehingga ketahanan nasional perlu diperkuat, bersamaan dengan pertahanan negara.






Komentar (0)