Inggris Minta Warga Siapkan Persediaan Darurat, dari Makanan hingga Obat-obatan, Ada Apa?

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

London, VIVA – Inggris menjadi sorotan setelah pemerintah meluncurkan kampanye Be Ready untuk mengimbau masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan kekurangan pangan, serangan siber, dan berbagai keadaan darurat lainnya.

Kampanye ini sekaligus menandai dimulainya program tiga tahun untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi situasi darurat. Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting juga memperkenalkan panduan terbaru untuk menghadapi berbagai ancaman, seperti banjir dan kebakaran hutan.

Baca Juga :
Lupakan Laurin Ulrich, PSSI Kini Dikabarkan Incar Pemain dari Inggris untuk Bela Timnas Indonesia
Inggris Imbau Warganya Tak Lakukan Perjalanan ke Arab Saudi Pasca Serangan di Bandara

Pemerintah menyarankan setiap rumah tangga mengambil langkah sederhana untuk mengantisipasi gangguan layanan sehari-hari. Salah satunya dengan menyediakan persediaan uang tunai, air minum kemasan, dan makanan kaleng yang cukup untuk tiga hari.

Pemerintah juga meluncurkan situs web khusus yang menyediakan daftar perlengkapan darurat yang bisa diunduh.

Sejak panduan terbaru tersebut diumumkan, penjualan makanan kaleng, radio putar manual, dan senter dilaporkan meningkat tajam.

Ancaman yang Menjadi Perhatian Pemerintah Inggris?

Melansir laman The Independent UK, Jumat (30/10/2026), pemerintahan Andy Burnham berfokus pada penguatan ketahanan nasional di tengah ancaman yang berasal dari Rusia.

Pada Sabtu, Streeting menyatakan Inggris harus siap menghadapi kemungkinan perang dalam 1.000 hari ke depan. Menurutnya, negara-negara yang dianggap sebagai lawan Inggris berpotensi memiliki kemampuan untuk menyerang negara tersebut pada 2030.

Dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph, Streeting mengatakan kesediaan negara-negara lawan untuk mencelakakan Inggris bukanlah hal baru. Namun, kemampuan mereka untuk melakukannya telah meningkat.

"Kesediaan lawan-lawan kita untuk mencelakakan kita bukanlah hal baru. Yang berubah adalah kemampuan mereka. Pada 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka pada posisi untuk menyerang," tulisnya.

Ia menambahkan, Inggris memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi mempersiapkan diri bersama negara-negara sekutunya agar mampu menghadapi dan memenangkan perang.

Merujuk pada potensi agresi Rusia, Streeting menegaskan bahwa Inggris perlu mempersiapkan diri untuk mencegah skenario terburuk.

Saat menjelaskan kampanye Be Ready, ia mengatakan ancaman yang dihadapi Inggris bukan sekadar kemungkinan hipotetis. Ancaman tersebut dinilai nyata dan semakin dekat sehingga ketahanan nasional perlu diperkuat, bersamaan dengan pertahanan negara.

Baca Juga :
Kata Thomas Tuchel usai Inggris Bantai Kroasia 7-0
Hasil Inggris Vs Spanyol: Lamine Yamal Cs Menang 3-2 di Wembley
Kontroversi! Netanyahu Sebut Erdogan Tirani, hingga Klaim Kepemimpinan Mojtaba Segera Hancur

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengamat Sarankan Timnas Indonesia Yordania dan Kuwait Tanding FIFA Matchday di Turki
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Beri Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026: Terima Kasih Mengharumkan Nama RI
• 17 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Bantah Silmy Karim Terjaring OTT KPK
• 12 jam lalu
0
thumb
GOTO Punya Dana Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham hingga 2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Emiten Kosmetik VICI Setujui Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.