AI tak Gantikan Pekerja, tapi Ubah Jenis Pekerjaannya

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di perusahaan dinilai tidak serta-merta menggantikan tenaga kerja. Teknologi ini justru membantu mengotomatisasi pekerjaan rutin sehingga karyawan dapat beralih ke tugas yang membutuhkan analisis dan pengambilan keputusan.

Leonard Pontoh dari Shipper, perusahaan logistik berbasis teknologi, mengatakan AI digunakan untuk meningkatkan produktivitas karyawan, bukan menggantikan peran mereka.

Baca Juga
  • BPK Berikan Penghormatan Terakhir bagi Anggota VI BPK Almarhum Fathan Subchi
  • Sorotan MSCI, Hashim Ingatkan Risiko Rupiah Melemah hingga Rp 21 Ribu
  • Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Hotel di Bandung Siap Sambut Para Wisatawan

“Jadi AI itu malah kalau di kami, AI itu jauh membuat tenaga kerja lebih naik kelas, gitu,” kata Leonard dalam diskusi HSBC mengenai survei Redefining Treasury in Asia Pacific: Voices of Treasury 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Leonard, AI membantu mengurangi pekerjaan administratif yang sebelumnya menyita waktu karyawan. Dengan begitu, tenaga kerja dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan pemikiran dan analisis.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di Shipper, AI antara lain digunakan untuk mengolah dokumen penagihan dari klien dan vendor yang memiliki format berbeda-beda. Teknologi tersebut membantu menstandarkan dokumen, mempercepat rekonsiliasi, dan mendukung proses pembayaran.

Penggunaan AI juga membantu Shipper memangkas waktu pemrosesan penagihan dari 21 hari menjadi lima hari. Percepatan ini membuat dana lebih cepat kembali ke perusahaan sehingga pengelolaan modal kerja menjadi lebih efisien.

Country Head of Global Payments Solutions HSBC Indonesia, Anne Suhandojo, mengatakan pemanfaatan AI di HSBC juga diarahkan untuk membantu karyawan bekerja lebih efisien.

Ia mencontohkan penggunaan AI untuk membantu layanan pelanggan menyiapkan jawaban atas pertanyaan yang masuk. Dalam proses tersebut, AI membantu menyusun respons, sedangkan karyawan tetap menjalankan perannya dalam memberikan layanan.

“Jadi yang digantikan oleh AI apa? Routine task, misalnya,” ujar Anne.

Ia menegaskan, AI dapat meningkatkan kemampuan karyawan untuk menangani pekerjaan yang lebih kompleks. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan pengawasan manusia, terutama dalam proses yang berkaitan dengan keputusan penting.

Adopsi AI Meningkat

Survei HSBC menunjukkan, 84 persen responden dari kalangan manajer keuangan korporasi di Indonesia memperkirakan AI akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan keuangan perusahaan atau treasury dalam tiga tahun mendatang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 72 persen.

Dari sisi implementasi, 34 persen responden Indonesia telah menggunakan AI agent untuk meningkatkan otomatisasi, dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 17 persen.

Meski demikian, penerapan AI masih menghadapi sejumlah kendala. Sebanyak 80 persen responden Indonesia menyebut integrasi dengan sistem yang sudah ada sebagai hambatan utama. Keterbatasan tenaga ahli dan risiko penggunaan teknologi juga menjadi perhatian, masing-masing disebut oleh 40 persen responden.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya perlu mengadopsi teknologi, tetapi juga menyiapkan sistem dan sumber daya manusia agar pemanfaatannya berjalan efektif.

Di tengah meningkatnya penggunaan AI, perusahaan juga perlu memastikan karyawan memahami cara kerja teknologi tersebut dan mampu menggunakannya untuk mendukung pekerjaan, bukan sekadar mengandalkan otomatisasi.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Iran Sebut Tiga Kapal Tanker Minyak Tabrak Ranjau di Selat Hormuz
• 19 jam lalu
0
thumb
Cerita Ibu Korban Sempat Ancam Tersangka Pembunuhan di Madiun ke Polisi: Ada Firasat Aneh
• 5 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Tinjau Pelaksanaan MBG di Padang, Murid dan Guru Berharap Program Prabowo Berlanjut
• 23 jam lalu
0
thumb
Wall Street Ditutup Melemah, Investor Cermati Belanja AI dan Data Inflasi AS
• 10 jam lalu
0
thumb
Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan Teknologi Daur Ulang Baterai Bekas dan Bioetanol untuk Industri Nasional
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.