Wall Street Ditutup Melemah, Investor Cermati Belanja AI dan Data Inflasi AS

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10), sehari setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan. Investor mencermati besarnya belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perusahaan teknologi dan data ekonomi terbaru AS.

Dikutip dari Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 132,54 poin atau 0,25 persen ke 52.342,56; S&P 500 melemah 23,59 poin atau 0,30 persen ke 7.720,39; sedangkan Nasdaq Composite turun 365,13 poin atau 1,37 persen ke 26.184,72, penurunan terbesar di antara tiga indeks utama.

Saham Alphabet Anjlok

Saham Alphabet (GOOGL.O) anjlok 12,6 persen setelah induk Google itu melaporkan pendapatan di bawah ekspektasi. Tekanan makin berat karena kas yang terpakai untuk investasi AI meningkat. Penurunan ini menekan sektor layanan komunikasi S&P 500.

Sebaliknya, saham berkapitalisasi kecil menguat. Indeks Russell 2000 naik 1 persen.

“Pada hari yang cenderung risk-off seperti ini, ketika saham-saham berkapitalisasi kecil mengungguli, itu menjadi pertanda bahwa sejauh ini interpretasi pasar terhadap keretakan dalam cerita AI tidak berarti ada keretakan di seluruh pasar,” kata analis strategi investasi Baird Ross Mayfield.

Menurut dia, masih ada pilihan investasi di luar saham terkait AI dengan prospek cukup baik.

Indeks semikonduktor (SOX) turun 1,4 persen, menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut. Investor mulai memilah perusahaan yang mampu mendanai ambisi AI dengan arus kas sendiri dan yang bergantung pada pinjaman.

Data Ekonomi dan Laporan Keuangan

Pada Rabu (28/10), The Fed mempertahankan suku bunga dan mengakui tekanan harga masih tinggi.

Data awal produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2026 menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan, tetapi pertumbuhan harga kembali meningkat di tengah gangguan pasokan minyak akibat perang yang mendorong tekanan inflasi lebih luas.

Dari 253 perusahaan S&P 500 yang telah melapor kuartal III, 81 persen mencatat laba di atas ekspektasi, menurut LSEG. Laba agregat diperkirakan tumbuh 31 persen secara tahunan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Siapkan Pasar Baru Jadi Pusat Wisata Kuliner 24 Jam: Seperti di Myeongdong
• 4 jam lalu
0
thumb
Gelagapan Ditanya Kampus, Pria Berjas Almamater Undira Ngaku Dibayar di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda
• 8 jam lalu
0
thumb
BPK Berikan Penghormatan Terakhir bagi Anggota VI BPK Almarhum Fathan Subchi
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemendagri Dorong Harmonisasi Produk Hukum Daerah dan Percepatan Pembentukan Satgas MBG
• 1 jam lalu
0
thumb
Bibit Siklon Muncul, Waspada Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.