Buka Akses ke Pasar Saham AS, BEI Siapkan Mitigasi Risiko Kurs

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal membuka akses bagi investor domestik untuk membeli saham-saham Amerika Serikat (AS).

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal membuka akses bagi investor domestik untuk membeli saham-saham Amerika Serikat (AS). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal membuka akses bagi investor domestik untuk membeli saham-saham Amerika Serikat (AS). Namun, rencana kebijakan ini tetap mempertimbangkan stabilitas pasar keuangan, khususnya terkait potensi pelemahan kurs rupiah lewat arus modal keluar (capital outflow).

Pembukaan akses ke pasar AS dilakukan karena tingginya minat investor domestik, terutama ritel, untuk membeli saham-saham yang ada di Wall Street. BEI siap mengakomodasi permintaan tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga:
BEI dan Nasdaq Gelar InnovAsia, Bahas Akses Pasar Global hingga Pengawasan Perdagangan

Head of Derivative Business Development Unit BEI, Pier Ridge Yose mengatakan, BEI menyiapkan kerangka khusus untuk mengantisipasi ancaman tersebut. Dia menyebut, potensi lonjakan arus modal keluar akibat konversi rupiah ke dolar AS menjadi salah satu perhatian utama dalam pembukaan akses perdagangan saham luar negeri (offshore trading).

Pier mengungkapkan, BEI bersama bersama Self-Regulatory Organizations (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI/IDClear) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) saat ini sedang merumuskan batas transaksi (trading limit) untuk membeli saham-saham AS.

Baca Juga:
BEI Bidik Pendapatan Rp2,59 Triliun di 2027, Laba Naik 22,76 Persen

"BEI bersama IDClear dan KSEI sedang menyusun kerangka kerja untuk rute pemesanan saham luar negeri (offshore order routing). Kami akan menyiapkan bentuk perlindungan tertentu, termasuk batasan jumlah pembelian atau trading limit yang akan diberlakukan. Namun tentu saja, dalam kondisi normal kami tidak akan membatasi hal tersebut, kecuali jika terjadi situasi yang sangat ekstrem," ujar Pier dalam Seminar IDX x Nasdaq InnovAsia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pier menambahkan, mekanisme kontrol likuiditas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas mata uang nasional di bawah kondisi pasar yang tidak biasa.

"Jadi kami memiliki mekanisme perlindungan tersebut. Saya belum bisa mengungkapkannya secara detail saat ini, tetapi setelah pembahasan lebih mendalam, kami akan memaparkan bagaimana cara kami melindungi stabilitas rupiah di sini," kata Pier.

Sementara itu, Head of Strategy & Planning Tickrs Financial Singapore Pte. Ltd., Nicholas Leong mengatakan, akses investor ke AS tidak serta merta membuat rupiah melemah. Pasalnya, Indonesia memiliki rezim kontrol lalu lintas modal yang tidak sebebas Singapura.

"Secara umum dolar Singapura relatif kuat terhadap dolar AS, sehingga kami tidak terlalu merasakan sentimen kekhawatiran seperti itu di Singapura. Namun, saya sangat memahami dari mana sudut pandang pertanyaan tersebut. Saya mengasumsikan hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara seperti Malaysia dan Thailand, di mana kontrol lalu lintas modalnya jauh lebih ketat dibandingkan Singapura," tuturnya.

Dia juga menyebut, Tickrs Financial Singapore tengah menyiapkan sistem untuk mengurangi potensi konversi rupiah ke dolar AS melalui pembukaan akses saham ke Negeri Paman Sam. 

"Kami hanya mengumpulkan rupiah di dalam negeri, dan karena kami memiliki cadangan dolar AS di luar negeri, kami akan meneruskan dolar AS tersebut. Dengan demikian, kami meminimalkan proses konversi mata uang," kata Nicholas.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Airbnb Sisihkan Pendapatan Sewa untuk Penginapan Korban Krisis
• 11 jam lalu
0
thumb
Anthropic Anggarkan Rp 49,85 M: Uang Keamanan CEO Dario Amodei
• 6 jam lalu
0
thumb
Apple Akhirnya Bikin MacBook Pro Layar Sentuh, Harga Tembus Rp61 Juta
• 16 jam lalu
0
thumb
Pramono Pastikan Gaji PJLP Segera Diproses, Target Cair Awal November
• 4 jam lalu
0
thumb
Padayya Gugur saat Padamkan Karhutla di Toraja Utara, Gubernur Sulsel Sambangi Rumah Duka dan Janji Biayai Sekolah Anaknya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.