BPOM Turun Tangan Telusuri Kandungan Beeru Stevia, Penjualan Produk Dihentikan Sementara

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Polemik kandungan pemanis Beeru Stevia memasuki tahap penelusuran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Otoritas pengawas obat dan makanan itu tengah memeriksa dugaan ketidaksesuaian informasi nilai gizi produk dengan hasil pengujian yang sebelumnya diungkap influencer Dokter Detektif (Doktif).

Persoalan ini mencuat setelah Doktif membagikan hasil pengujian laboratorium yang disebut menunjukkan adanya perbedaan antara klaim produk dan kandungan yang terukur. Salah satu hal yang dipersoalkan adalah klaim nol kalori pada Beeru Stevia, yang menurut hasil uji tersebut justru mengandung karbohidrat dan energi.

Baca Juga :
Beeru Stevia Disorot Usai Hasil Uji Lab Viral, Penjualan Disetop!
BPOM Temukan 38 Produk Herbal Ilegal, Ada Obat Kuat hingga Jamu Pelangsing! Ini Daftar Lengkapnya

Koordinator Hubungan Masyarakat BPOM, Eka Rosmala Sari, mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kondisi produk tersebut. Hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah pengambilan sampel dan pengujian selesai dilakukan.

“Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia,” katanya kepada awak media, dikutip Jumat (30/10/2026).

Doktif Soroti Klaim Nol Kalori Beeru Stevia

Sebelum BPOM menyampaikan perkembangan penelusuran, Doktif melalui akun Instagram @dokterdetektifhero telah lebih dulu mengungkap hasil pengujian laboratorium terhadap Beeru Stevia.

Dalam temuannya, Doktif menyoroti kandungan gizi yang dinilai tidak sesuai dengan informasi yang dipromosikan perusahaan. Produk tersebut diketahui mengusung klaim nol kalori, tetapi hasil pengujian yang dibagikannya menunjukkan adanya kandungan energi dan karbohidrat.

Doktif menyebut produk Beeru Stevia memiliki kandungan energi sebesar 188,44 kilokalori per 100 gram. Ia juga menyoroti kadar karbohidrat yang mencapai 47,21 persen berdasarkan hasil pengujian yang ditampilkan.

Temuan tersebut kemudian memicu perbincangan di media sosial, terutama di kalangan konsumen yang memilih pemanis alternatif untuk mengurangi asupan gula atau kalori.

Meski demikian, hasil yang dibagikan melalui media sosial tersebut masih perlu diverifikasi melalui pengujian dan penelusuran resmi BPOM. Kesimpulan mengenai kesesuaian label gizi maupun kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku perlu menunggu hasil pemeriksaan otoritas terkait.

Beeru Indonesia Hentikan Sementara Penjualan

Di tengah sorotan publik, manajemen Beeru Indonesia menyatakan akan menindaklanjuti informasi yang beredar. Perusahaan mengaku tengah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan mitra manufaktur yang terlibat dalam pembuatan produk.

Baca Juga :
BPOM Bongkar Produksi Kosmetik Ilegal di Mojokerto: Senilai Rp16 Miliar
BPOM Anggarkan Rp 509 Miliar pada 2027 Buat Awasi MBG
Strategi Novo Indonesia Dorong Masyarakat Berperan Aktif Memastikan Keamanan Penggunaan Obat

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
4 Cairan Mobil Listrik yang Perlu Diperiksa, Perlu Diganti?
• 6 jam lalu
0
thumb
OJK Beri Insentif bagi Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun yang Berinvestasi di Sektor Hijau
• 18 jam lalu
0
thumb
Munaslub IWAPI, 26 DPD Sepakat Berhentikan Nita Yudi dan Kepengurusan IWAPI Periode 2021–2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Inovasi Diary AO Bawa PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion
• 16 jam lalu
0
thumb
Mentan Amran Geram! 600 Ton Beras SPHP Terungkap di Gudang Oplosan
• 43 menit lalu
0
Berhasil disimpan.