Pantau - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan Bali sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan atau financial center tahap kedua setelah Jakarta untuk memperkuat daya tarik investasi dan memperluas kegiatan sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di luar Jakarta sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai lokasi kegiatan bisnis dan keuangan internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana tersebut dalam acara International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan pembahasan bersama sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengkaji potensi Bali sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan.
"Kemarin dengan BUMN kita juga melihat potensi Bali untuk menjadi financial center di mana secara regulasi sudah kita selesaikan dan ini dalam tahap finalisasi," kata Airlangga.
Menurutnya, pengembangan pusat keuangan di Indonesia direncanakan berlangsung secara bertahap dengan Jakarta sebagai lokasi pertama, sedangkan Bali dipersiapkan untuk tahap berikutnya.
Airlangga Sebut Bali Berpotensi Jadi Pusat Keuangan di Tengah Ketidakpastian GlobalAirlangga menilai keberadaan pusat keuangan semakin relevan ketika berbagai negara menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan berupaya memperkuat daya tarik bagi kegiatan bisnis serta investasi.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menarik aktivitas sektor keuangan dengan memanfaatkan keunggulan wilayah yang aman dan nyaman bagi kegiatan ekonomi.
"Tentu wilayahnya aman dan nyaman salah satunya adalah di Indonesia," ujar Airlangga.
Pemerintah melihat Bali memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pusat keuangan karena daerah tersebut telah dikenal sebagai salah satu destinasi internasional.
Posisi Bali sebagai wilayah yang memiliki daya tarik global dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan kegiatan ekonomi baru, termasuk sektor keuangan.
Meski demikian, Airlangga menjelaskan bahwa rencana tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan belum memasuki fase operasional.
Pemerintah masih melakukan finalisasi terhadap sejumlah aspek pendukung, termasuk kerangka regulasi yang telah dibahas bersama pihak terkait.
Pengembangan secara bertahap tersebut dilakukan agar persiapan pusat keuangan dapat diselaraskan dengan kebutuhan investasi dan kebijakan ekonomi nasional.
Pemerintah Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali agar Tak Hanya Bergantung pada PariwisataPengembangan pusat keuangan di Bali juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini banyak ditopang sektor pariwisata.
Airlangga menilai diversifikasi ekonomi diperlukan agar Bali tidak hanya mengandalkan kunjungan wisatawan dan kegiatan industri pariwisata sebagai penggerak perekonomian.
Pemerintah mendorong pengembangan sejumlah sektor strategis, termasuk keuangan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi digital, untuk menciptakan peluang investasi serta aktivitas usaha baru.
Dalam pidatonya, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek pengembangan ekonomi di Bali untuk memperkuat struktur perekonomian daerah.
Salah satu proyek tersebut adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur yang diarahkan untuk mengembangkan layanan kesehatan berstandar internasional.
Pengembangan KEK Sanur juga ditujukan untuk menarik wisatawan yang membutuhkan pelayanan kesehatan sehingga dapat memperluas kegiatan ekonomi melalui sektor kesehatan dan wisata medis.
Selain itu, pemerintah mengembangkan KEK Kura-Kura Bali yang berlokasi di kawasan Serangan, Denpasar, sebagai salah satu kawasan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan menarik investasi.
Pengembangan kedua kawasan ekonomi khusus tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bali.
Ekonomi Digital dan Pengembangan Talenta Regional Jadi Perhatian PemerintahSelain sektor keuangan dan kesehatan, Airlangga turut menyoroti potensi ekonomi digital sebagai salah satu sektor yang dapat dikembangkan untuk memperluas aktivitas perekonomian Bali.
Pemerintah melihat perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi daerah tersebut untuk mengembangkan kegiatan usaha di luar sektor pariwisata.
Pengembangan ekonomi digital juga dinilai perlu didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan sektor ekonomi baru.
Karena itu, pengembangan talenta regional menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.
Peningkatan kemampuan sumber daya manusia diharapkan dapat mendukung kebutuhan tenaga kerja pada sektor keuangan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital.
Melalui pengembangan berbagai sektor tersebut, pemerintah berupaya memperluas basis kegiatan ekonomi Bali sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Langkah diversifikasi ini diarahkan agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat ditopang oleh lebih banyak sektor tanpa mengurangi peran pariwisata sebagai salah satu penggerak utama.
Gubernur Wayan Koster Tegaskan Bali Siap Jadi Pusat Keuangan Tahap KeduaSementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif rencana pemerintah pusat untuk menjadikan Bali sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan tahap kedua setelah Jakarta.
Koster menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali siap memberikan dukungan apabila pemerintah pusat telah menetapkan keputusan terkait pelaksanaan proyek tersebut.
"Kalo sudah diputuskan di Bali tentu kita akan mendukung. Bali kan hanya menyiapkan tempat, yang lainnya pemerintah pusat," kata Koster.
Menurutnya, peran Pemerintah Provinsi Bali terutama berkaitan dengan kesiapan lokasi pengembangan, sedangkan aspek lainnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Koster juga menilai Bali memiliki posisi strategis untuk mendukung rencana pengembangan pusat keuangan yang sedang dipersiapkan.
Ketika ditanya mengenai kesiapan Bali menjadi lokasi pusat keuangan tahap kedua, Koster memberikan jawaban tegas.
"Bali sangat siap," pungkas Koster.
Pemerintah pusat masih mempersiapkan berbagai aspek pendukung sebelum rencana pengembangan pusat keuangan di Bali dapat direalisasikan.
Dengan Jakarta sebagai lokasi pengembangan tahap pertama dan Bali sebagai calon lokasi tahap kedua, pemerintah berupaya memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik kegiatan sektor keuangan internasional.
Rencana tersebut sekaligus diharapkan dapat membuka peluang investasi baru, memperluas kegiatan ekonomi daerah, serta mendukung diversifikasi perekonomian Bali di luar sektor pariwisata.





Komentar (0)