Polisi menyita sejumlah barang bukti kasus pembacokan MR (26) terhadap suporter Bobotoh berinisial ARK hingga tewas di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Jawa Barat (Jabar). Salah satunya celurit yang digunakan pelaku.
"Penyidik melakukan penyitaan terhadap barang bukti yang pertama adalah satu pasang sepatu, satu potong kaos lengan panjang, satu potong celana panjang merek jeans, satu potong jaket, satu potong celana pendek berwarna merah, satu buah senjata tajam jenis celurit," kata Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Kamis (29/10/2026).
Kepada penyidik, pelaku mengatakan kerap membawa celurit ketika berpergian. Pelaku juga mengaku kerap melakukan tawuran di sekitar Jembatan Hitam, Kecamatan Sukaraja.
"Jadi pelaku ataupun tersangka ini selalu membawa celurit di badannya. Jadi sudah bisa dibilang sejak ada kejadian di daerah sana, dia sudah menyiapkan sendiri senjata tajam," tuturnya.
Saat kejadian, pelaku bersama istrinya sedang makan. Kemudian, pelaku melihat iring-iringan sepeda motor korban dan langsung menyerangnya secara membabi buta.
"Jadi saya pastikan bahwa pemuda tersebut sudah sering untuk melakukan atau mengajak (tawuran). Tapi kemarin karena tidak mengajak rombongannya, hanya mengajak istri, jadi sengaja langsung membacok korban tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap detik-detik MR (26) membacok suporter bola yang menewaskan ARK di Jalan Raya Jakarta, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Peristiwa berawal ketika korban hendak pulang setelah menonton pertandingan di area Stadion Pakansari.
"Kurang lebih setelah pertandingan, korban dan saksi memutuskan untuk kembali pulang. Selanjutnya, menurut keterangan saksi, mereka melihat rombongan kelompok yang sedang konvoi," kata Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung.
Kemudian, dia mengatakan korban dan saksi berboncengan sepeda motor. Mereka mengikuti rombongan konvoi tersebut untuk pulang.
"Pada saat berada di Jalan Raya Jakarta-Bogor, rombongan berhenti. Saat itu korban langsung turun dari motor saksi. Jadi istilahnya si korban ini langsung ikut naik motor bersama rombongan yang berada di depannya," jelasnya.
Kemudian, saksi yang merupakan rekan korban melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor. Saksi lalu memutar balik dan memboncengkan orang lainnya.
"Lalu saksi lainnya bertanya kepada saksi teman korban, 'di mana korban?' Teman saksi korban berkata, 'Ikut dengan temannya yang lain'," terangnya.
Kemudian, para saksi tersebut memutuskan pulang ke rumah dengan memutar balik ke arah motornya. Saat perjalanan tersebut, kemudian mereka melihat kerumunan dan berhenti.
"Saat saksi turun dari sepeda motor dan mengecek kerumunan tersebut, ternyata korban tergeletak dengan keadaan luka. Lalu saksi menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut," ungkapnya.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Cibinong guna mendapatkan perawatan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat terselamatkan.
(rdh/mea)






Komentar (0)