Momen Massa Trisakti Bakar Flare Sebelum Bubarkan Diri

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Massa mahasiswa Universitas Trisakti membubarkan diri dari kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, setelah menggelar aksi unjuk rasa selama hampir tiga jam. Sebelum meninggalkan lokasi, massa sempat membakar suar (flare) setelah berorasi dan menunaikan salat Magrib berjemaah.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Kamis (29/10/2026), mahasiswa melaksanakan salat Magrib berjemaah di jalan dengan menggunakan almamater sebagai alas. Mereka kemudian meninggalkan kawasan Patung Kuda secara tertib sekitar pukul 18.51 WIB.

Advertisement

BACA JUGA: Ada Demo Mahasiswa Trisakti, Jalan Sekitar Istana Ini Ditutup

Massa membubarkan diri menggunakan berbagai kendaraan, mulai dari mobil komando, angkutan kota (angkot), bus kota, hingga sepeda motor. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 15.53 WIB.

 

Massa mahasiswa Universitas Trisakti membakar suar atau flare setelah berorasi dan menunaikan salat Magrib berjemaah. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, mahasiswa Trisakti menyuarakan tiga tuntutan rakyat (Tritura) dalam aksi tersebut. Mereka menuntut pemulihan di berbagai sektor nasional serta penegakan supremasi sipil.

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti periode 2025/2026 Kabinet Karya Bersama, Arief Rizquna, menyampaikan tuntutan pertama berkaitan dengan pemulihan sejumlah sektor nasional, yakni ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan.

“Yang kedua, kami menyampaikan untuk para penguasa agar menghapus dan memberantas semua pejabat yang tidak inkompeten di bidangnya,” ujar Arief dalam orasinya.

Adapun tuntutan ketiga berkaitan dengan penegakan supremasi sipil. Mahasiswa juga menyampaikan aspirasi melalui spanduk dan atribut demonstrasi yang dibawa selama aksi.

“Hari ini saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sipil sekalian bahwa ada simbol kekecewaan, ada simbol kemirisan yang kami bawa dari Trisakti. Angkat semua, Bismillah Ini adalah kegelapan!” kata Arief.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Damai Hari Lubis Soroti Rencana Tifa Laporkan Dian Sandi soal Dugaan Sumpah Palsu
• 3 jam lalu
0
thumb
Polri Umumkan 20 Korporasi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan, Ini Tanggapan Walhi
• 5 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Pulangkan 19 Orang yang Diamankan Saat Demo di Jakarta, Diimbau Tidak Ganggu Kamtibmas
• 5 jam lalu
0
thumb
Dubes ungkap Prabowo direncanakan kunjungi Kazakhstan pada 2027
• 21 jam lalu
0
thumb
Airlangga Bicara Pusat Finansial Internasional di RI, Dimulai dari Jakarta
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.