PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menunjuk Christian Lesmana sebagai direktur utama menggantikan Eri Budiono yang pengunduran dirinya telah disetujui pemegang saham. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (29/10/2026), sekaligus menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat tata kelola dan menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.
Selain menunjuk Christian, pemegang saham menyetujui pengangkatan Yosea Iskandar sebagai direktur kepatuhan. Kedua pengangkatan tersebut baru efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) serta memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku.
Selama menunggu proses tersebut, Bank Neo Commerce akan dipimpin oleh Adrian Soewardjo sebagai pejabat sementara direktur utama. Adrian saat ini menjabat direktur operasional dan teknologi informasi perseroan.
Manajemen menyatakan perubahan susunan pengurus merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, serta mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pengelolaan perusahaan di tengah dinamika industri perbankan digital.
Christian Lesmana memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di bidang digital lending, perbankan konsumer, transformasi bisnis, manajemen risiko, dan jasa keuangan. Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki posisi kepemimpinan senior di HSBC Indonesia, Citi Indonesia, DBS Bank Singapore, Bank OCBC NISP, dan Bank Danamon Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman di industri teknologi finansial melalui dompet digital DANA.
Sementara itu, Yosea Iskandar memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang hukum dan sektor keuangan, termasuk industri perbankan. Ia pernah menjabat sebagai Country Counsel di Citibank N.A. Indonesia serta Head of Legal and Corporate Secretariat di PT Bank DBS Indonesia.
Pengalaman keduanya diharapkan mendukung penguatan pengelolaan bisnis, kepatuhan, dan tata kelola Bank Neo Commerce. Namun, perseroan belum merinci target bisnis atau indikator kinerja khusus yang akan menjadi fokus kepemimpinan baru.
Adrian Soewardjo mengatakan perubahan susunan pengurus tidak akan mengganggu operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
“Perubahan susunan Perseroan yang dihasilkan dari RUPSLB hari ini merupakan langkah strategis yang kami ambil dalam rangka memperkuat struktur organisasi di Bank Neo Commerce. Kami memastikan bahwa keputusan tersebut tidak memengaruhi keberlangsungan operasional, aspek legal, maupun kondisi keuangan Perseroan,” ujar Adrian.
Selain penguatan struktur kepemimpinan, Bank Neo Commerce menegaskan komitmen untuk meningkatkan kemampuan teknologi, khususnya dalam memitigasi risiko siber. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menghadirkan layanan keuangan digital yang aman dan andal bagi nasabah.
“Ke depan, BNC berkomitmen untuk meneruskan tren kinerja positif, memperkuat tata kelola, juga meningkatkan aspek teknologi guna memperkuat mitigasi risiko siber. Yang paling utama, adalah menghadirkan layanan keuangan yang semakin aman, andal, dan berkualitas bagi seluruh nasabah, dan masyarakat secara umum,” kata Adrian.
Dalam RUPSLB tersebut, susunan Dewan Komisaris tetap terdiri atas Inkawan D. Jusi sebagai komisaris utama independen, Kreisna Dewantara Gozali sebagai komisaris, dan Pramoda Dei Sudarmo sebagai komisaris independen.
Adapun jajaran direksi terdiri atas Christian Lesmana sebagai direktur utama, Adrian Soewardjo sebagai direktur operasional dan teknologi informasi, Indra A. Sanjaya sebagai direktur manajemen risiko, serta Yosea Iskandar sebagai direktur kepatuhan. Penunjukan Christian dan Yosea masih menunggu persetujuan OJK.
Baca Juga: OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027
Baca Juga: Surge (WIFI) Ganti Nahkoda, Fadel Muhammad Pimpin Komisaris Gantikan Hashim
Adrian menegaskan perseroan akan melanjutkan strategi untuk menjaga kinerja sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola.
“Dengan susunan pengurus Perseroan yang baru, kami berkomitmen untuk meneruskan tren kinerja positif, menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, serta memperkuat tata kelola Perseroan. Kami berkeyakinan, Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk terus melanjutkan kinerja positifnya secara lebih baik lagi ke depan,” tutupnya.






Komentar (0)