Jaksa Sebut Silmy Karim Pakai Uang Rp 50 Juta Hasil Pemerasan untuk Keperluan Kuliah S3

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, disebut membayar biaya kuliah S3-nya menggunakan uang hasil pemerasan dalam proses pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA). Biaya kuliah yang dibayar Silmy sekitar Rp 50 juta.

Hal itu terungkap dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/10).

Jaksa menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar akhir 2025. Mulanya, Silmy disebut memerintahkan Bagus Bramantyo selaku Kasubdit Alih Status Izin Tinggal Ditjen Imigrasi untuk membantu Handojo selaku pemilik Tempo Scan mengurus dokumen izin tinggal dari pilotnya.

"Setelah (dokumen) terbit, Bagus Bramantyo melaporkan kepada Terdakwa dan Terdakwa menanyakan 'dikasih berapa?', dan Bagus Bramantyo kemudian menjawab,'Rp 50 juta'," kata jaksa.

Menurut jaksa, Silmy saat itu membiarkan uangnya dipegang oleh Bagus. Silmy disebut menganggap uang itu merupakan rezeki dari Bagus.

Selang sebulan kemudian, Silmy lalu kembali memberikan perintah kepada Bagus.

"Bahwa pada bulan Desember 2025, atas perintah dari Terdakwa, Bagus Bramantyo juga membayar uang untuk kebutuhan perkuliahan S3 Terdakwa di Universitas Brawijaya, dengan jumlah total uang yang dibayarkan oleh Bagus Bramantyo kurang lebih sebesar Rp 50 juta," beber jaksa.

Di akhir Desember, Silmy menghubungi Bagus untuk menanyakan sisa kas. Silmy juga meminta daftar penerimaan tiap bulannya.

Total pemerasan yang terkumpul nilainya mencapai Rp 168,97 miliar.

Pada tahap penyidikan, KPK pernah memeriksa dosen Universitas Brawijaya bernama Romy Hermawan. KPK menduga Silmy Karim memberikan uang untuk keperluan bimbingan.

"Bahwa diduga pihak tersangka ini memberikan sejumlah uang secara rutin ketika melakukan bimbingan studi di Universitas Brawijaya. Pemberian uang dilakukan kepada saksi yang bersangkutan," kata Jubir KPK Budi Prasetyo.

Berdasarkan data di situs Kemendiktisaintek, Silmy Karim sedang menempuh pendidikan doktor dengan program studi administrasi di Universitas Brawijaya. Namun, dalam situs tersebut, tercatat status mahasiswanya non-aktif-2025/2026 genap.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri Minta Personel Humanis dan Tak Arogan 
• 10 jam lalu
0
thumb
Makin Canggih, Jerman Pamerkan Teknologi Perang Elektronik di Lithuania
• 13 jam lalu
0
thumb
FULL! Memanas! Pengamat Timur Tengah Soal Perang Houthi-Arab Ancaman Pasokan Minyak Indonesia
• 9 jam lalu
0
thumb
DPR Maklumi Penundaan Pembentukan Timsel, Jumlah Anggota KPU-Bawaslu Berpeluang Ditambah
• 5 jam lalu
0
thumb
RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.