Teheran: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) MQ-1 di sebelah timur Selat Hormuz.
“IRGC menyatakan bahwa drone tersebut merupakan MQ-1 ke-14 yang berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara mereka,” ujar dilaporkan kantor berita Iran, ISNA pada Kamis, dikutip dari Anadolu, Kamis 30 Oktber 2026.
Menurut ISNA, insiden itu terjadi di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz, di seberang kawasan pesisir Sirik.
Drone MQ-1 adalah kendaraan udara nirawak buatan Amerika Serikat, meskipun dalam pernyataannya, IRGC tidak menyebutkan pihak mana yang mengoperasikan drone tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya indikasi kemungkinan adanya babak baru tindakan ofensif oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa bahwa Washington telah meminta sejumlah negara Arab di Teluk untuk bersiap menghadapi "kampanye militer singkat namun intens" terhadap Teheran, menyusul pemilihan umum sela AS pada 3 November.
Menurut laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir, namun cenderung memilih untuk melancarkan serangan berskala besar setelah pemilihan umum berlangsung.
AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, yang memicu respons dari Teheran berupa serangan rudal dan drone di seluruh kawasan tersebut, serta penutupan Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi pasokan energi global.
Sebuah nota kesepahaman yang ditandatangani pada bulan Juni, yang ditujukan sebagai langkah awal menuju perjanjian damai permanen, pada akhirnya gagal karena munculnya berbagai perselisihan, termasuk mengenai hak navigasi di selat tersebut.





Komentar (0)