Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberi pesan kepada para peserta magang dan kerja di luar negeri untuk menjadi bagian dari diaspora Indonesia yang turut mempromosikan produk nasional dan memperkuat citra bangsa di kancah internasional.
“Diaspora-diaspora itu bisa menjadi bagian dari marketers Indonesia yang memungkinkan terjadinya ekspor produk-produk Indonesia ke mancanegara,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam kegiatan Pelepasan 3000 Lulusan Dikmen Diksus Magang dan Kerja di Luar Negeri yang dipantau secara daring di Jakarta Pusat pada Kamis.
Ia mengatakan, keberangkatan peserta magang dan kerja ke luar negeri tidak semata-mata bertujuan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan, namun juga membawa misi Indonesia di negara tempat mereka bekerja.
Menurut Mu’ti, prestasi yang diraih peserta magang di berbagai bidang dapat menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan Indonesia sekaligus memperkuat peran diaspora dalam mendukung kemajuan bangsa.
Ia pun menegaskan berbagai sektor pekerjaan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa.
Baca juga: Wamenaker: Pelindungan peserta jadi prioritas pemagangan luar negeri
Dalam hal ini, Mu'ti menilai pendidikan masih menjadi proses yang memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan kompetensi untuk menekuni beragam profesi dan memperoleh kesejahteraan.
Ia pun berpesan agar para peserta magang yang akan bekerja di berbagai negara tetap menjaga identitas dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Yang tadi mau pulang ke dalam negeri bagus juga, tapi seandainya apabila anda memutuskan untuk tidak pulang juga tidak apa-apa,” ujarnya.
Meski demikian, Mu'ti mengingatkan keputusan untuk bekerja dan menetap di luar negeri tidak seharusnya membuat para peserta magang kehilangan keterikatan dengan tanah air.
“Satu hal yang saya kira sangat penting adalah bahwa Anda semua tetaplah menjadi anak-anak Indonesia, tetaplah menjadi bagian dari NKRI, walaupun Anda bekerja di berbagai negara yang berbeda-beda itu,” katanya.
Ia berharap para peserta magang mampu menunjukkan prestasi di negara tempat mereka bekerja sekaligus berkontribusi bagi Indonesia melalui keahlian, pengalaman, dan jejaring internasional yang dimiliki.
Baca juga: Kemendikdasmen: 2.000 siswa magang kerja luar negeri dilepas tahun ini
Baca juga: Kemdiktisaintek-Kemnaker perkuat sinergi pendidikan dan dunia kerja
“Diaspora-diaspora itu bisa menjadi bagian dari marketers Indonesia yang memungkinkan terjadinya ekspor produk-produk Indonesia ke mancanegara,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam kegiatan Pelepasan 3000 Lulusan Dikmen Diksus Magang dan Kerja di Luar Negeri yang dipantau secara daring di Jakarta Pusat pada Kamis.
Ia mengatakan, keberangkatan peserta magang dan kerja ke luar negeri tidak semata-mata bertujuan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan, namun juga membawa misi Indonesia di negara tempat mereka bekerja.
Menurut Mu’ti, prestasi yang diraih peserta magang di berbagai bidang dapat menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan Indonesia sekaligus memperkuat peran diaspora dalam mendukung kemajuan bangsa.
Ia pun menegaskan berbagai sektor pekerjaan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa.
Baca juga: Wamenaker: Pelindungan peserta jadi prioritas pemagangan luar negeri
Dalam hal ini, Mu'ti menilai pendidikan masih menjadi proses yang memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan kompetensi untuk menekuni beragam profesi dan memperoleh kesejahteraan.
Ia pun berpesan agar para peserta magang yang akan bekerja di berbagai negara tetap menjaga identitas dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Yang tadi mau pulang ke dalam negeri bagus juga, tapi seandainya apabila anda memutuskan untuk tidak pulang juga tidak apa-apa,” ujarnya.
Meski demikian, Mu'ti mengingatkan keputusan untuk bekerja dan menetap di luar negeri tidak seharusnya membuat para peserta magang kehilangan keterikatan dengan tanah air.
“Satu hal yang saya kira sangat penting adalah bahwa Anda semua tetaplah menjadi anak-anak Indonesia, tetaplah menjadi bagian dari NKRI, walaupun Anda bekerja di berbagai negara yang berbeda-beda itu,” katanya.
Ia berharap para peserta magang mampu menunjukkan prestasi di negara tempat mereka bekerja sekaligus berkontribusi bagi Indonesia melalui keahlian, pengalaman, dan jejaring internasional yang dimiliki.
Baca juga: Kemendikdasmen: 2.000 siswa magang kerja luar negeri dilepas tahun ini
Baca juga: Kemdiktisaintek-Kemnaker perkuat sinergi pendidikan dan dunia kerja






Komentar (0)