JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi wilayah Sumatera dan Kalimantan tersisa 359 hektare hingga Rabu (28/10/2026). Meski luasan karhutla telah menurun signifikan, BNPB tetap menyiagakan puluhan ribu personel dan belasan armada udara untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.
“Untuk penanganan karhutla di Pulau Sumatera maupun Kalimantan yang selama ini menjadi prioritas kita, kami sampaikan bahwa saat ini di empat provinsi tersisa 359 hektare. Rinciannya meliputi Kalimantan Tengah 10 hektare, Kalimantan Selatan 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Sumatera Selatan sebesar 262 hektare,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).
Berton menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan satelit terbaru. Meski sebelumnya sejumlah wilayah dilaporkan sudah bebas dari karhutla, hasil pantauan terkini menunjukkan adanya kemunculan titik api baru di beberapa lokasi.
“Namun demikian, berdasarkan pantauan satelit hari ini, kami mendapati ada kejadian kebakaran lagi di beberapa tempat pada empat provinsi tersebut. Tentu penanganannya tetap kami siagakan, baik personel maupun peralatan yang ada di kabupaten/kota lokasi kebakaran,” ujar Berton.
Lebih lanjut, Berton menegaskan BNPB terus menyiagakan personel dan peralatan pendukung. Di Kalimantan Tengah, terdapat 16.387 personel siaga, diikuti Kalimantan Barat sebanyak 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.287 personel, dan Kalimantan Selatan 7.927 personel.
“Tentu di provinsi lain yang tidak kami sebutkan ini juga personel tetap bersiaga untuk menjaga kewaspadaan ketika muncul titik api baru di lahan maupun hutan,” kata Berton.





Komentar (0)