Bahlil: Gara-gara Minyak, Terjadi Ketegangan Dimana-mana, Ini Bahaya

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperingatkan bahwa persoalan minyak dan gas (migas) dapat memicu ketegangan di berbagai belahan dunia.

Ia menyoroti situasi Asia Tenggara yang belakangan ikut memanas dan mengingatkan bahwa dampaknya berpotensi meluas hingga mengganggu stabilitas secara sistemik.

"Hati-hati, gara-gara minyak, ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana. Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ini bisa bahaya, berdampak sistemik, masif dan terstruktur," Kata Bahlil dalam Forum Ekonomi (Forek) Hulu Migas di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Kasus Ijazah: Prabowo Ragu-ragu dan Gibran Juga Tak Bisa Disalahkan

Peringatan tersebut disampaikan di tengah situasi geopolitik global yang masih diwarnai berbagai konflik. Ketegangan di Asia Tenggara berlangsung bersamaan dengan konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Situasi kawasan itu juga semakin memanas dengan munculnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Di sisi lain, konflik Rusia dan Ukraina masih berlanjut sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Berbagai ketegangan tersebut, menurut Bahlil, turut menegaskan betapa strategisnya minyak bagi kepentingan negara-negara di dunia.

Ia mengibaratkan perubahan situasi global saat ini seperti pilihan antara mencari emas dan minyak. Jika sebelumnya orang cenderung memilih emas, kini minyak justru semakin banyak diburu karena kebutuhan dan nilai strategisnya.

Kondisi tersebut menjadi alasan bagi Bahlil untuk mendorong pemerintah dan pelaku usaha mempercepat realisasi proyek migas di dalam negeri. Kolaborasi kedua pihak dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memanfaatkan momentum ketika harga minyak dunia sedang naik dan permintaan global dinilai tinggi.

Baca Juga: Umrah Tak Boleh Transit Malaysia-Singapura, PDIP: Ibadah Mau Disandera Gara-gara Baper Karhutla?

Bahlil secara khusus meminta para pemegang konsesi yang telah menyelesaikan eksplorasi dan memperoleh persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) agar tidak lagi menunda pelaksanaan proyeknya.

"Tolong segera dieksekusi, ini momentumnya nih. Harga minyak dunia lagi naik, kebutuhan dunia sekarang lagi bagus," ujar Bahlil.

Ia menegaskan, pemegang konsesi yang sudah mengantongi persetujuan POD tetapi belum merealisasikan pengembangan lapangan migas akan segera ditindak. 

Bahlil bahkan meminta pemegang konsesi yang tidak sanggup menjalankan pengembangan untuk menyerahkan kembali konsesinya kepada negara. Pemerintah selanjutnya akan menawarkan konsesi tersebut kepada pihak lain yang dinilai mampu merealisasikan proyek, termasuk perusahaan pelat merah PT Pertamina.

"Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara. Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina," ucap dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komisi IX Dorong Pendampingan Korban PHK Berbasis Lowongan Terverifikasi
• 20 jam lalu
0
thumb
BPAD DKI Jakarta Buka Lowongan Tenaga Ahli 2026, Cek Kualifikasinya
• 8 jam lalu
0
thumb
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Hari Ini
• 13 jam lalu
0
thumb
Menangis Saat Sampaikan Kritik di Tengah Demo, Ini Profil Noor Shalima Zamaiya Hakim Anak Wanda Hamidah
• 2 jam lalu
0
thumb
Polda Riau Tetapkan 65 Tersangka Kasus Karhutla Sepanjang 2026
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.