jpnn.com, MALANG - Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Malang diwarnai penyelenggaraan siaran hibrida maraton bertajuk 28 Jam Pemuda Bicara: 'Indonesian Youth Talkathon 2026'.
Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Rabu (28/10) pukul 12.00 WIB di CW Coffee & Eatery, Tlogomas, setelah berlangsung selama 28 jam tanpa jeda.
BACA JUGA: Prabowo Baca Sumpah Pemuda Bersama Anak-Anak, Ada Mbak Titiek
Acara yang menghadirkan dialog lintas generasi, pertunjukan seni, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) itu diinisiasi oleh PT Inspirasi Teknologi Media (Intime), Yayasan Pengembangan Pendidikan Insan Pancasilais (YPPIP), program penyiaran NgehPod, serta media komunitas Amazing Malang.
Seluruh rangkaian kegiatan disiarkan melalui kanal YouTube @NgehPOD dan portal intime.id.
BACA JUGA: Rayakan Sumpah Pemuda, Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional
Salah satu agenda utama dalam acara tersebut adalah deklarasi kebangsaan bertajuk “Sumpah Promptmuda”, yang dibacakan oleh Julita, avatar kecerdasan buatan yang dikembangkan studio produksi Intime.
Deklarasi itu mengangkat tiga pesan utama, yakni menjaga kelestarian lingkungan dan ruang digital, merawat kebinekaan di tengah polarisasi media sosial, serta menjadikan bahasa Indonesia sebagai bagian penting dari perkembangan teknologi.
BACA JUGA: PP HIKMAHBUDHI Sampaikan Refleksi Kritis pada Momentum Peringatan Sumpah Pemuda
Melalui manifesto tersebut, penyelenggara ingin menegaskan bahwa kemajuan AI perlu diiringi etika, kearifan lokal, dan tanggung jawab manusia.
Teknologi diharapkan menjadi alat untuk mendukung kreativitas, bukan menggantikan peran manusia dalam menentukan arah dan nilai kehidupan berbangsa.
Project Director 28 Jam Pemuda Bicara sekaligus perwakilan pimpinan PT Inspirasi Teknologi Media, Yos Setiawan, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam berkarya.
“Melalui ‘Sumpah Promptmuda’, kami ingin menegaskan posisi generasi muda hari ini. Kita bukan lagi konsumen pasif yang tunduk pada algoritma platform global, melainkan ‘the prompter’ pengarah kemudi peradaban teknologi bangsa,” ujar Yos dalam pidato penutupan.
Selain deklarasi digital, kegiatan tersebut menghadirkan penampilan Ninaya, peserta Indonesian Idol XIV, serta diskusi mengenai jurnalisme siber dan pendidikan kebangsaan.
Kepala Kompartemen Nasional Jawa Pos, Juneka Subaihul Mufid, turut membahas pentingnya prinsip jurnalistik bagi kreator konten.
Dialog mengenai pendidikan kebangsaan dan ketahanan lingkungan juga menghadirkan Dr. Salmineo Silitonga dari YPPIP bersama IPKA Indrakila yang menyuarakan kepedulian ekologis generasi muda.
Dinamika acara semakin berbobot dengan keterlibatan BEM Ekraf Universitas Brawijaya (UB) yang mengupas potensi kemandirian ekonomi kreatif mahasiswa, serta pegiat Ngalam Ngopi yang membedah kebiasaan cangkrukan di warung kopi sebagai ruang tumbuh literasi dan kolaborasi usaha.
Panggung pertunjukan seni dan hiburan turut diramaikan oleh penampilan musik dari Vionia Band dan alunan Neovibes Akustik yang mengiringi suasana siaran hibrida sepanjang acara.
Di bidang seni, kolektif MGM Artist menyelesaikan karya Live Mural 28 Jam bertema persatuan.
Karya tersebut dituntaskan melalui goresan kuas terakhir bersama para pimpinan kolaborator. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif





Komentar (0)