Rupiah Dekati Rp18.200 per Dolar AS, Menko Airlangga Yakin Tak Tembus Rp19.000

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga mendekati Rp18.200 per dolar AS. Meski mata uang Garuda semakin melemah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis kurs rupiah tidak akan menembus level Rp19.000 per dolar AS.

Keyakinan tersebut disampaikan Airlangga dengan mempertimbangkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya masih relatif stabil, meskipun tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik belum mereda.

"Ya, kita lihat saja, tapi kita lebih optimis (rupiah tidak tembus Rp19.000 per dolar AS). Nanti kita lihat, kita optimis dengan kondisi makroekonomi," kata Airlangga di Jakarta, Rabu (28/10/2026), dikutip dari Antara. 

Baca Juga: Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Hati-Hati, Nilai Tukar Rupiah & Saham Bisa Jatuh

Pernyataan Airlangga muncul ketika rupiah kembali kehilangan tenaga terhadap dolar AS. Pada penutupan perdagangan Rabu, rupiah melemah 28 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp18.184 per dolar AS, dibandingkan perdagangan sebelumnya sebesar Rp18.156 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) tercatat sebesar Rp18.183 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global, terutama konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan kepastian penyelesaian.

Baca Juga: Kabar Baik! BI Perpanjang KPR Tanpa DP hingga Desember 2027, Ini Ketentuannya

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, situasi geopolitik tersebut turut mempertahankan harga minyak dunia pada level tinggi dan meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan.

"Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas 115 dolar AS per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat," ujar Erwin. 

Menurut BI, memburuknya sentimen risiko global atau risk-off mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut memperkuat dolar AS sekaligus memicu keluarnya aliran modal dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga: BI Siapkan 4 Strategi Berantas QRIS untuk Judol, Izin Penyedia Pembayaran Bisa Dicabut

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. Kekhawatiran mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut memengaruhi sentimen investor.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan valuta asing menjelang akhir bulan menambah permintaan dolar AS di pasar domestik. Secara bulanan, rupiah telah melemah 1,15 persen. 

Meski demikian, BI menilai pergerakan mata uang Indonesia masih relatif sejalan dengan mata uang negara-negara lain di kawasan.

Untuk meredam tekanan tersebut, BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing, baik menggunakan instrumen Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun transaksi spot.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tegaskan Program JKN Tidak Dihapus, Layanan Tetap Berjalan

Bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan.

Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS.

"Bank Indonesia terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya," tutur Erwin.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara

Tag
  • nilai tukar rupiah
  • rupiah 18200
  • rupiah 19000
  • kurs dolar as
  • menko airlangga hartarto
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
• 22 jam lalu
0
thumb
BMW Putih di Jogja Lawan Arah dan Tabrak Pemotor Lansia hingga Luka-luka
• 20 jam lalu
0
thumb
Jebakan FOMO: Saat Hidup Terlalu Buru-Buru Cuma demi Validasi Medsos
• 28 menit lalu
0
thumb
Kasus TBC di Jakarta Capai 44.636, Dinkes Soroti Pasien Putus Obat
• 20 jam lalu
0
thumb
Polisi Bunuh Ibu Kandung di Riau, Kapolda Sebut Alami Gangguan Kejiwaan
• 53 menit lalu
0
Berhasil disimpan.