Ardy (39) menyusuri rak demi rak yang memajang buku-buku fiksi impor di bazar buku Big Bad Wolf (BBW) Books, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (28/10/2026). Sambil menarik keranjang belanja, ia sesekali berhenti untuk memeriksa judul buku yang menarik perhatiannya.
Salah satu buku yang berhasil ditemukan adalah The Witcher karya Andrzej Sapkowski. Buku itu termasuk dalam daftar incarannya karena sulit ditemukan di toko buku maupun lokapasar (marketplace).
“Saya cari buku fiksi yang tidak ada di toko buku maupun di marketplace,” ujar Ardy sambil menunjukkan buku tersebut.
Selain novel fiksi impor, Ardy juga berburu komik terbitan Marvel dan DC yang tidak diterbitkan di Indonesia. Agar leluasa dan tidak kehabisan buku yang dicari, Ardy rela mengambil cuti sehari dari pekerjaannya demi datang pada hari pertama bazar.
Pria yang tinggal di Serang ini menggunakan KRL untuk sampai di ICE BSD. Ia berangkat dari Stasiun Rangkasbitung sekitar setengah sembilan pagi. “Sampai sini langsung keliling. Untung masih lumayan sepi pengunjungnya,” katanya.
Pengunjung mencari buku dalam bazar BBW di ICE BSD.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Tahun ini BBW di ICE BSD menempati ruang seluas lebih dari 14 ribu meter persegi untuk menampung buku yang dipamerkan.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Lebih dari 5 juta buku dihadirkan dalam bazar kali ini.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Kunjungan kali ini merupakan yang ketiga bagi Ardy ke bazar BBW. Di tengah kemudahan membaca melalui perangkat digital, ia tetap memilih buku fisik. “Kalau baca buku melalui HP atau tablet, saya gampang pusing,” pungkasnya.
Di sudut lain area bazar, Gwen (19) beristirahat sambil menggulir layar telepon selulernya. Ia memeriksa daftar pesanan buku dari para pelanggan jasa titip (jastip) yang dikelolanya.
Saat ditemui sekitar pukul 13.00, Gwen mengaku telah berada di lokasi sejak sebelum pukul 10.00. Seluruh rak di area bazar seluas lebih dari 14.000 meter persegi itu telah dijelajahinya. Troli belanja yang didorongnya pun telah dipenuhi lebih dari 50 buku dengan beragam judul. Beberapa judul bahkan dibelinya dalam jumlah lebih dari satu untuk memenuhi permintaan pemesannya.
Beragam pilihan buku menjadi salah satu daya tarik bazar BBW bagi para pencinta buku. Buku untuk pembaca dewasa dan remaja tersedia dalam berbagai genre, mulai dari novel, fiksi ilmiah, roman, sastra, hingga novel grafis. Ada pula buku bisnis, pengembangan diri, arsitektur, dan memasak. Sembilan puluh persen buku yang ditawarkan merupakan buku impor.
Sementara itu, pilihan buku anak-anak mencakup buku cerita, buku aktivitas, buku papan (board book), buku mewarnai, buku bergambar, hingga buku interaktif. Ragam bacaan tersebut menawarkan pilihan bagi orangtua yang ingin mengenalkan buku kepada anak sejak dini.
Pada jam-jam tertentu, area bazar yang beroperasi selama 24 jam sepanjang pelaksanaan itu dipadati pengunjung. Mereka datang dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Laki-laki dan perempuan berbaur di antara rak-rak buku. Bayi dalam gendongan orangtua pun turut hadir di tengah keramaian.
Harga yang ditawarkan menjadi daya tarik lainnya. Buku tersedia mulai dari Rp 5.000, sedangkan sejumlah buku koleksi (collectible item) tertentu dapat dibanderol hingga ratusan juta rupiah.
Memasuki satu dekade kehadirannya di Indonesia, BBW membawa lebih dari lima juta buku untuk bazar yang berlangsung selama lima hari di ICE BSD, hingga Minggu (1/11/2026).
Public Relations BBW Indonesia Andri Suharyono mengatakan, tahun ini BBW hadir di 14 kota di Indonesia. Jangkauannya tidak hanya mencakup kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga sejumlah kota di luar Jawa, seperti Medan, Pekanbaru, dan Palembang. Bahkan BBW juga menyambangi kota lapis kedua, seperti Cirebon.
“Kami menyadari bahwa mau tidak mau kita harus keluar (Pulau Jawa), karena masyarakat dan siswa di sana harus terbiasa membaca buku bahasa asing untuk meningkatkan literasi,” kata Andri.






Komentar (0)