Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), kembali bermanuver dengan memperluas bisnisnya melalui dua langkah ekspansi sekaligus pada pekan ini. Perseroan memperkuat layanan kapal pendukung operasi lepas pantai atau offshore support dan menambah fasilitas penyimpanan material konstruksi berupa tangki bitumen.
Di bisnis logistik maritim, CDIA melalui anak usahanya yaitu PT Chandra Shipping International (CSI) mengoperasikan kapal multi-purpose support vessel (MPSV) Elara Dalimbar 1. Kapal itu memperluas kemampuan CSI dalam melayani pekerjaan lepas pantai yang membutuhkan dukungan teknis lebih kompleks, terutama untuk industri energi dan infrastruktur maritim.
Presiden Direktur SCI, Lingga Widastri mengatakan, pengoperasioan kapal tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio layanan maritim dan meningkatkan daya saing. Hal itu seiring dengan ambisi CDIA untuk mencari peluang untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang mendukung kegiatan industri energi dan pembangunan infrastruktur maritim di Indonesia.
“Kami melihat pengembangan ini bukan hanya sebagai penambahan armada, tetapi sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan daya saing CSI, memperkuat peran penyedia jasa maritim berbendera Indonesia, dan mengembangkan bisnis secara terarah sesuai kebutuhan pasar,” tulis Lingga dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (28/10).
Adapun kapal Elara Dalimbar 1 dioperasikan oleh anak usaha CSI sendiri yaitu PT ELPI Trans Cargo (ETC). Kapal tersebut diklaim sebagai MPSV berbendera Indonesia pertama yang memiliki teknologi Dynamic Positioning (DP) Class III.
Dia menjelaskan, teknologi itu memungkinkan kapal mempertahankan posisi dan arah secara presisi tanpa bergantung pada sistem penjangkaran konvensional. Menurutnya, kemampuan tersebut penting untuk pekerjaan lepas pantai yang membutuhkan tingkat presisi dan keselamatan tinggi, termasuk kegiatan bawah laut atau subsea.
Selain itu, kapal tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, seperti dukungan terhadap floating production storage and offloading (FPSO), tanggap darurat di laut, serta pekerjaan pengangkatan. Elara Dalimbar 1 juga dilengkapi dengan Remotely Operated Vehicle (ROV), fasilitas pendukung penyelaman, serta dua unit derek atau crane berkapasitas 150 ton dan 40 ton.
Menurut dia, penambahan kapal tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbesar armada. Tetapi juga meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menjajaki peluang bisnis dengan kebutuhan teknis yang lebih beragam.
Dengan beroperasinya Elara Dalimbar 1, portofolio layanan maritim CSI kini didukung oleh 15 kapal. Ekspansi ke segmen offshore support melengkapi layanan logistik maritim yang telah dijalankan perusahaan.
Selain memperluas bisnis kapal pendukung industri energi, CDIA juga menambah kapasitas penyimpanan melalui anak usahanya di bidang kepelabuhanan dan penyimpanan, PT Redeco Petrolin Utama (RPU).
RPU meresmikan fasilitas tangki bitumen berkapasitas total 12.000 meter kubik di Merak, Banten. Bitumen adalah material yang digunakan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan, sehingga fasilitas penyimpanannya berperan dalam mendukung rantai pasok industri konstruksi.
Fasilitas tersebut terdiri atas tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 meter kubik, 4.000 meter kubik dan 5.000 meter kubik.
Dengan tambahan tersebut, RPU akan mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan untuk berbagai produk, termasuk petrokimia, minyak bumi, pelumas, dan bitumen.
Penambahan fasilitas itu ditujukan untuk memperluas layanan penyimpanan sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor industri. Perusahaan juga melihat peluang untuk meningkatkan sinergi di dalam grup guna mengembangkan rantai pasok bitumen yang lebih terintegrasi.
Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) memiliki kapabilitas dalam pasokan bitumen. Sementara itu, CSI dan PT SCG Barito Logistics (SBL) menyediakan kapabilitas logistik dan transportasi. Adapun RPU berperan dalam layanan penyimpanan dan kepelabuhanan.
Kombinasi bisnis tersebut membuka peluang bagi grup untuk menghubungkan pasokan, penyimpanan, dan transportasi bitumen dalam satu rantai pasok. Namun, perusahaan belum memerinci besaran potensi bisnis maupun kontribusi sinergi tersebut terhadap kinerja keuangan CDIA.





Komentar (0)