Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental, Kompas Gramedia Luncurkan Ikon "Heart of Kompas Gramedia"

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Penyerahan Apresiasi Ikon Heart of Kompas Gramedia oleh Presiden Direktur PT Dharmawangsa Raya Marco Gandasubrata kepada Corporate Communication Director Kompas Gramedia Glory Oyong beserta jajaran di lobi Menara Kompas, Jakarta, Rabu (28/10). (Sumber: Istimewa)

Jakarta, KOMPAS.TV - Di era dunia kerja saat ini semuanya dituntut serba cepat, dan indikator kecil seperti kesehatan mental kerap kali terabaikan. Kepedulian terhadap kesehatan mental dapat dilakukan melalui hal-hal kecil, seperte pemberian tuang untuk istirahat dan menjaga keseimbangan diri.

Menanggapi isu tersebut muncullah "Heart of Gramedia" sebuah ikon visual yang ada di Menara kompas sebagai wujud nyata perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang supportif. 

Simbol berbentuk hati ini di serahkan di lobi Menara Kompas, Jakarta. "Heart of Kompas Gramedia" adalah bentuk apresiasi khusus dari Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Dharmawangsa atas dukungan Kompas Gramedia dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Direktur PT Dharmawangsa Raya, Marco Gandasubrata, kepada Glory Oyong selaku Corporate Communication Director Kompas Gramedia pada Rabu (28/10/2026). 

Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Kembali Demo, Ini Respons DPR & Pengamat | KOMPAS PETANG

Acara ini juga dihadiri oleh ajaran direksi RSKJ Dharmawangsa serta manajemen kunci Kompas Gramedia, termasuk Chief Technology Officer of KG Media, Eberhard Ojong, Corporate Secretary Thomas Athanasius, dan Corporate HR Director Markani. 

Makna Dibalik Simbol Hati 

Karya berbentuk hati ini memiliki makna mendalam dengan perpaduan berbagai elemen. Di dalam karya ini terdapat potret para Perintis Kompas Gramedia, almarhum P.K. Ojong dan Jakob Oetama, yang dipadukan dengan simbol pita hijau sebagai representasi universal kampanye kesehatan mental.

Hadirnya ikon ini tujuan utamanya adalah sebagai pengingat visual yang kuat. Diharapkan hadirnya ikon ini dapat menggugah kesadaran setiap karyawan yang melintasinya. 

"Teman-teman karyawan diharapkan setelah melihat simbol hati ini dapat terus mengingat betapa pentingnya menjaga kesehatan mental. Mudah-mudahan dengan adanya ikon ini di lobi Menara Kompas, banyak yang tertarik untuk berfoto dan menjadikannya pengingat bagi kita semua," ungkap Glory.

Lebih lanjut Presiden Direktur PT Dharmawangsa Raya, Marco Gandasubrata, menekankan bahwa kesehatan mental merupakan faktor krusial yang berdampak langsung pada produktivitas serta kualitas hidup para pekerja. 

"Kesehatan mental mempengaruhi semua orang, termasuk para pekerja di berbagai perusahaan. Kami berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan Kompas Gramedia untuk mendukung upaya menjaga kesehatan mental karyawan," tutur Marco. Ia juga menambahkan bahwa RSKJ Dharmawangsa secara aktif menjalankan edukasi publik—tidak hanya di korporasi, tetapi juga ke institusi pendidikan—untuk memperluas pemahaman tentang manajemen stres dan tantangan psikologis. 

Baca Juga: [FULL] Analisis Peneliti soal Peluang Oposisi Israel Hentikan Operasi Militer di Gaza | KOMPAS MALAM

Pemasangan ikon di area lobi Menara Kompas ini memiliki alasan tersendiri. Karena lobi adalah salah satu titik nadi sekaligus titik temu yang setiap hari dilalui oleh karyawan, tamu redaksi, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa, area ini diharapkan menjadi ruang refleksi publik. 

Melalui inovasi ini, "Heart of Kompas Gramedia" diharapkan sebagai pengingat bahwa merawat kesehatan mental adalah bentuk kepedulian tertinggi, baik terhadap diri sendiri maupun sesama, untuk terciptanya keharmonisan lingkungan kerja.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dhimas Risang Sri Arya Naratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kesehatan mental
  • heart of kompas gramedia
  • kompas gramedia
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Skema Impor Minyak Lewat Lemigas Masih Dikaji, Bahlil Tegaskan Tak Gunakan APBN
• 12 jam lalu
0
thumb
Polisi Akan Panggil Dokter RS Primaya Usai Kematian Atlet Silat Semarang
• 12 jam lalu
0
thumb
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca di Jabodetabek pada 28 - 30 Oktober 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
BNPB: Luas Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan dan Sumatera Tersisa 359 Hektar
• 2 jam lalu
0
thumb
Jadwal KM Bukit Raya Rute Jakarta-Pontianak Rabu 28 Oktober
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.