Jakarta: Industri asuransi dinilai penting untuk konsisten memperkuat tata kelola perusahaan. Hal ini guna meningkatkan integritas serta mengelola risiko secara terukur.
“Penerapan prinsip tata kelola perlu tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan proses pengambilan keputusan, bukan sebatas pemenuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, setiap bagian perusahaan diharapkan dapat menjalankan tanggung jawabnya secara konsisten dengan memperhatikan aspek integritas, kehati-hatian, dan akuntabilitas,” ujar Direktur Kepatuhan PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance), Heri Supriyadi, melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2026.
Baca Juga :
Optimalisasi Literasi Keuangan Diyakini Bikin Masyarakat Lebih BijakHal itu disampaikan Heri merespons penyelenggaraan Compliance Sharing Session bertajuk “Membangun Ekosistem Bisnis Asuransi Umum dalam Kerangka Good Corporate Governance” di Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta.
Sesi ini menghadirkan Chairman The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), Dr. Gendut Suprayitno, yang memaparkan pentingnya mengintegrasikan Good Corporate Governance (GCG) dengan manajemen risiko dan kepatuhan dalam seluruh proses bisnis. Mulai dari underwriting, penetapan premi, pengelolaan klaim, hingga pemilihan mitra bisnis.
Compliance Sharing Session bertajuk “Membangun Ekosistem Bisnis Asuransi Umum dalam Kerangka Good Corporate Governance” di Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menegaskan bahwa penerapan GCG secara konsisten mutlak diperlukan. Khususnya untuk memastikan operasional perusahaan berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Kegiatan diskusi bersama narasumber diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran wawasan bagi peserta dalam memahami relevansi tata kelola perusahaan terhadap pelaksanaan tugas, pengelolaan risiko, dan keberlangsungan usaha,” ucap Budi.
Melalui penguatan etika bisnis dan kolaborasi antarunit, BRI Insurance berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis asuransi umum yang sehat di Indonesia.





Komentar (0)