Bandung, ERANASIONAL.COM – Aparat kepolisian berhasil menciduk seorang pria berinisial MR (25) yang diduga menjadi dalang di balik penyerangan berujung maut terhadap seorang remaja berinisial ARK (16) di ruas Jalan Raya Jakarta-Bogor.
Korban tewas akibat luka bacok setelah diserang saat dalam perjalanan pulang usai menyaksikan pertandingan sepak bola.
Kapolres Bogor, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menegaskan bahwa pelaku tunggal tersebut sama sekali tidak berafiliasi dengan kelompok suporter mana pun, sekaligus menepis isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.
“Pelaku sudah kami amankan. Ini merupakan kasus kenakalan remaja yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang,” ujar Arfan usai melakukan peninjauan di Puskesmas Cungkurawok, Dramaga, Selasa (27/10/2026).
Ia menambahkan bahwa penyidik saat ini masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Ketika disinggung mengenai dugaan keterlibatan oknum pendukung klub rival Persib Bandung, pihak kepolisian dengan tegas membantahnya.
Arfan memastikan pelaku hanyalah seorang pemuda berusia sekitar 25 hingga 26 tahun.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, insiden tragis itu bermula ketika korban melintas di tempat kejadian usai menonton laga sepak bola.
“Pelaku yang diduga sudah memegang celurit secara tiba-tiba melancarkan serangan brutal kepada korban,”bebernya.
Kasi Humas Polresta Bogor, Ipda Sigit Wahyudi, menjelaskan bahwa tersangka MR membacok bagian punggung korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Setelah melancarkan aksinya, pelaku sempat membuang senjata tajam tersebut ke selokan sebelum berupaya kabur.
Korban yang mengalami luka parah sempat mendapatkan pertolongan dari rekan yang bersamanya.
“Hingga kini, jajaran Polres Bogor baru menetapkan dan mengamankan satu orang tersangka utama beserta barang bukti,”ucap Sigit.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, MR dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak serta Pasal 307 ayat (1) KUHP baru dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Di sisi lain, Arfan memastikan bahwa pengamanan laga antara Garudayaksa kontra Persib Bandung di Stadion Pakansari sebenarnya telah dirancang secara berlapis.
Penebalan personel gabungan TNI-Polri tidak hanya disiagakan di area stadion, melainkan membentang luas mulai dari wilayah Kota Bogor hingga perbatasan Jakarta. []






Komentar (0)