PBB Soroti Risiko Indonesia Gabung Board of Peace, Francesca Albanese Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese, meminta Indonesia mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam badan tersebut berisiko menormalisasi mekanisme yang tidak memberikan ruang memadai bagi suara Palestina.

Albanese menilai rencana Board of Peace memiliki persoalan mendasar karena dinilai berada di bawah pengaruh besar Amerika Serikat dan Israel. Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dapat membawa konsekuensi terhadap posisi diplomatik negara yang selama ini dikenal mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga :
Jika Eisenkot Gantikan Netanyahu, Ini Dampaknya bagi Masa Depan Palestina
Ketegangan Memanas, Artileri Korea Utara Terlihat di Dekat Perbatasan

"Saya memahami niat baik (Indonesia). Saya tetap berpikir bahwa ini sangat berbahaya karena berisiko menormalisasi mekanisme yang sangat tidak normal," kata Albanese dalam wawancara di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintah Indonesia masih menangguhkan pembahasan mengenai keterlibatan dalam Board of Peace. Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Kamis, 22 Oktober 2026, menyampaikan bahwa pembahasan tersebut masih ditangguhkan, mengulang posisi yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah.

Mengapa PBB Meminta Indonesia Mempertimbangkan Board of Peace?

Salah satu persoalan yang disoroti Albanese adalah minimnya ruang keterwakilan Palestina dalam mekanisme Board of Peace. Sejumlah pakar hak asasi manusia sebelumnya juga mengkritik badan tersebut karena tidak memiliki perwakilan Palestina, meskipun dibentuk untuk mengawasi pemerintahan sementara di wilayah Palestina.

Albanese berpandangan, keberadaan sejumlah pejabat Palestina dalam struktur pemerintahan sementara belum cukup untuk menjamin bahwa rakyat Palestina memiliki suara yang memadai dalam menentukan masa depan mereka sendiri.

Ia juga menilai Israel secara hukum tidak seharusnya memiliki peran dalam menentukan masa depan rakyat Palestina.

Bagi Indonesia, persoalan tersebut menjadi perhatian karena selama ini pemerintah mendukung solusi dua negara dan berulang kali mengecam kekerasan Israel terhadap Palestina. Keterlibatan dalam badan yang turut memiliki Israel sebagai anggota pun memunculkan kritik dari sejumlah kelompok di dalam negeri.

Albanese mengingatkan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace berpotensi mengganggu hubungan dekat Indonesia dengan Palestina.

Baca Juga :
PBB Peringatkan Bahaya AI, Soroti Ancaman yang Bisa Berdampak ke Indonesia
Kemlu Ungkap Alasan RI Gabung Board of Peace: Kita Ikhtiar untuk Mendukung Palestina
PBB hingga PPP Gugat UU Pemilu ke MK, Ada Dua Pasal yang Disorot Jelang 2029

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkokoh Ketahanan Energi Nasional, ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN
• 17 jam lalu
0
thumb
Bukan AHY atau Puan, Roy Suryo Punya Skenario Lain Jika Gibran Tak Lagi Jadi Wapres
• 18 jam lalu
0
thumb
Operasi Patuh Jaya 2026 Hari Pertama Rekam 103.779 Kendaraan, Polisi Validasi 2.888 Pelanggaran
• 20 jam lalu
0
thumb
Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen sampai 4 November 2026, Ini Syaratnya
• 15 jam lalu
0
thumb
Hujan Pertama Picu Tumpukan Sampah di Kali Banyuajuh Bangkalan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.