Sosok Sie Kong Lian, Pemilik Kos Tempat Deklarasi Sumpah Pemuda

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2026 (Sumber: Twibbonize.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Sosok Sie Kong Lian menjadi bagian penting dalam sejarah Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Ia merupakan pemilik rumah kos di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, yang menjadi tempat berkumpulnya para pemuda dan berlangsungnya Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928. 

Di bangunan tersebut, para pemuda dari berbagai organisasi dan daerah merumuskan ikrar persatuan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Meski tidak dikenal sebagai tokoh utama pergerakan pemuda, Sie Kong Lian memiliki peran tersendiri lewat rumah yang disewakannya. 

Sosok Sie Kong Lian

Mengutip laman resmi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Sie Kong Lian merupakan seorang keturunan Tionghoa yang lahir di Jakarta pada 1890. Pada dekade 1920-an, ia menyewakan rumahnya kepada para pelajar yang datang ke Batavia untuk menempuh pendidikan.

Baca Juga: Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 untuk Hari Sumpah Pemuda 2026

Saat itu, sejumlah pelajar membutuhkan tempat tinggal selama belajar di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), sekolah pendidikan dokter bumiputra, serta Rechtschoogeschool atau sekolah tinggi hukum. Lokasi rumah Sie Kong Lian yang relatif dekat dengan kedua lembaga pendidikan tersebut membuatnya dimanfaatkan sebagai tempat indekos mahasiswa.

Rumah yang kemudian dikenal sebagai Gedung Kramat 106 atau Indonesische Clubgebouw (IC) itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Bangunan tersebut juga menjadi ruang berkumpul dan berdiskusi bagi para pemuda yang terlibat dalam pergerakan kebangsaan.

Sejumlah tokoh yang pernah tinggal di sana antara lain Amir Sjarifuddin, Mohammad Yamin, dan Mohammad Tamzil. Para penghuni rumah kos tersebut berasal dari kalangan pelajar dan aktivis yang kemudian turut berperan dalam kehidupan politik maupun pemerintahan Indonesia.

Biaya Kos di Gedung Kramat 106

Pada masa itu, penghuni rumah kos Sie Kong Lian membayar biaya sewa sebesar 7,5 gulden tanpa makan. Sementara itu, tarif sewa mencapai 12,5 gulden bagi penghuni yang mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari.

Rumah kos tersebut beroperasi hingga 1934, ketika para mahasiswa mulai menyelesaikan pendidikan dan tidak lagi memperpanjang masa sewa. Setelah itu, bangunan tersebut mengalami beberapa kali pergantian fungsi.

Pada periode 1934–1937, rumah itu disewakan kepada kerabat Sie Kong Lian, Pang Tjem Jam, untuk digunakan sebagai tempat tinggal. Selanjutnya, pada 1937–1948, bangunan tersebut disewa Loh Jing Tjoe dan digunakan sebagai toko bunga.

Perjalanan Gedung Kramat 106 hingga Menjadi Museum Sumpah Pemuda

Setelah masa penyewaan sebagai rumah kos berakhir, Gedung Kramat 106 terus digunakan untuk berbagai keperluan. Berdasarkan informasi dalam Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda, bangunan tersebut pernah difungsikan sebagai Hotel Hersia pada 1948–1951, kemudian menjadi kantor bea cukai pada 1951–1970.

Baca Juga: Teks Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Resmi dari Kemenpora

Pada 1973, bangunan tersebut dipugar untuk menjaga keberadaannya sebagai bagian dari sejarah pergerakan pemuda Indonesia. Setahun kemudian, tepatnya pada 1974, Gedung Kramat 106 diresmikan menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Pada 2021, keluarga Sie Kong Lian menghibahkan rumah beserta tanahnya kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

Sumber : Kementerian Kebudayaan

Tag
  • Sie Kong Lian
  • Sumpah pemuda
  • kongres pemuda ii
  • gedung kramat 106
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemimpin Partai Arab Kecam Pernyataan Netanyahu sebagai Taktik Bersifat Rasis saat Pemilu Israel Berlangsung
• 19 jam lalu
0
thumb
Nova Arianto Siapkan TC Timnas Indonesia U-20 di Turki, Jajal Yordania dan AS
• 7 jam lalu
0
thumb
Klasemen IBL All Indonesian 2026: Dewa belum terkalahkan
• 22 jam lalu
0
thumb
Isi Pesan DPR RI di Hari Sumpah Pemuda: Bahas Empat RUU Krusial
• 7 jam lalu
0
thumb
Kesehatan Mental Berpengaruh ke Produktivitas Karyawan, Ini yang Perlu Diperhatikan di Lingkungan Kerja
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.