Jaga Aktivitas Ekonomi, PLN Petakan Titik Rawan Gangguan Listrik

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Bandung -

PT PLN (Persero) memperkuat strategi penanganan gangguan listrik melalui pemetaan titik gangguan berulang, peningkatan kesiapan personel, serta penyediaan peralatan dan material pendukung.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Gangguan listrik tidak hanya berdampak pada kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menghambat operasional usaha kecil, pelayanan kesehatan, kegiatan pendidikan, hingga proses produksi industri.

Bagi pelaku usaha, misalnya, pasokan listrik yang terjaga membantu mempertahankan produktivitas dan meminimalkan risiko kerugian akibat terhentinya operasional. Sementara bagi sektor industri, keandalan listrik menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proses produksi dan efisiensi kegiatan usaha.

Menyadari dampak tersebut, PLN berupaya memperkuat respons terhadap gangguan dengan mengidentifikasi lokasi yang berulang kali mengalami masalah berdasarkan tingkat risikonya. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan dan mengoptimalkan kesiapan sumber daya di lapangan.

Selain itu, PLN memastikan personel, peralatan, dan material pendukung tersedia untuk mempercepat proses pemulihan. Perusahaan juga menekankan pentingnya tindak lanjut keluhan pelanggan secara jelas dan terukur agar masyarakat memperoleh respons atas gangguan yang dialami.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan, penanganan gangguan listrik membutuhkan respons cepat, meskipun petugas kerap menghadapi tantangan berupa medan yang sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan, hingga akses menuju lokasi yang membutuhkan perjalanan panjang.

Menurut dia, tantangan tersebut tidak boleh mengurangi komitmen PLN untuk segera menangani gangguan dan memulihkan pasokan listrik bagi pelanggan.

“Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kita sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat. Ada petugas yang harus menyeberang untuk mencapai lokasi tugas, menghadapi medan sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan atau perjalanan panjang ketika gangguan listrik terjadi,” ujar Suroso, Rabu (28/10/2026)

Ia menegaskan, upaya perbaikan layanan harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam pola respons terhadap kebutuhan masyarakat, bukan sebatas menjadi komitmen seremonial dalam peringatan Hari Listrik Nasional.

“Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat,” katanya.

Upaya mempercepat penanganan gangguan juga berkaitan dengan peran listrik yang semakin strategis dalam mendukung pembangunan dan kegiatan ekonomi. Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi infrastruktur penting yang memungkinkan masyarakat menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan rumah tangga hingga operasional industri.

Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ketersediaan listrik membantu menjaga kelangsungan layanan dan kegiatan perdagangan. Adapun bagi industri, pasokan listrik yang andal mendukung kesinambungan produksi, sedangkan bagi fasilitas kesehatan, listrik menjadi kebutuhan utama untuk menunjang pelayanan pasien.

Karena itu, penguatan sistem penanganan gangguan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas layanan kelistrikan. Kecepatan pemulihan, ketepatan identifikasi masalah, serta kesiapan petugas menjadi sejumlah faktor yang menentukan efektivitas penanganan di lapangan.

Suroso menjelaskan, PLN terus berupaya menghadirkan manfaat listrik yang melampaui fungsinya sebagai komoditas. Melalui semangat PLN Empower All, perusahaan mendorong agar energi yang disalurkan dapat mendukung produktivitas, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik, setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” jelasnya

Sementara itu, dalam memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian bangsa dan pemerataan pembangunan melalui penyediaan energi yang berkeadilan.

Mengusung tema besar "Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia", momentum 81 tahun ini menjadi refleksi perjalanan panjang kelistrikan nasional sekaligus penegasan arah masa depan PLN dalam menghadirkan energi yang andal, hijau, dan berdaya jangkau luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Koordinasi dengan Polda Banten, PLN Percepat Pembangunan Infrastruktur Listrik di Banten

Kini, di tengah dinamika pertumbuhan nasional dan tuntutan keberlanjutan global, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan energi, melainkan memimpin akselerasi transisi energi, digitalisasi sistem kelistrikan terintegrasi, serta inovasi teknologi masa depan demi kedaulatan energi nasional.

Suroso menegaskan bahwa PLN siap menerjemahkan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuju kedaulatan dan swasembada energi hijau secara terencana, terukur, dan berjalan selaras dengan kebutuhan bangsa.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan. Bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tito Pastikan Pemulihan Sumatera Berlanjut di Tengah Risiko Bencana
• 20 jam lalu
0
thumb
Hampir Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Mati, Kapan Bisa Berfungsi Lagi?
• 5 jam lalu
0
thumb
Grand Dafam Braga Bandung Tawarkan Fasilitas Meeting untuk Rapat hingga Seminar
• 9 jam lalu
0
thumb
Usai Antar Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mitchell Baker Bawa Georgetown Kampiun di AS
• 13 jam lalu
0
thumb
Lechumanan Dihadirkan Jaksa di Sidang Roy Suryo, Singgung Manipulasi soal Isu Ijazah Jokowi
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.