HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS – Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Bupati Maros A. S. Chaidir Syam menandatangani langsung komitmen kolaborasi Program Satu Pesantren Satu Produk Usaha di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, di hadapan Forkopimda dan disaksikan seluruh undangan.
Program Pesantrenpreneur ini melibatkan Pemkab Maros, Bank Syariah Indonesia (BSI), BSI Maslahat, Kementerian Agama Maros, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Maros, Koperindag, PLUT Maros, serta pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Maros pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Regional Manager BSI Maslahat Makassar Ichwan Jufri menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pesantren melahirkan produk unggulan, mengembangkan jiwa kewirausahaan santri, dan membangun usaha yang mandiri serta berkelanjutan.
Ketua BWI Maros Muhammad Ilyas turut menegaskan pentingnya sinergi ini dalam mendukung semangat Maros Kota Wakaf. Penguatan ekonomi pesantren diharapkan menjadi bagian dari gerakan wakaf produktif dan pemberdayaan ekonomi umat.
Sebagai tindak lanjut, Kickoff Pelatihan Perdana dijadwalkan 10 November 2026 di BSI UMKM Center Makassar, melibatkan 11 pondok pesantren dan 50 santri.
Kegiatan direncanakan dihadiri langsung Bupati Maros dan Kepala Kanwil BSI RO Makassar, dirangkaikan penandatanganan PKS BSI Agen bagi 11 pesantren serta kunjungan untuk menyaksikan proses inkubasi dan kurasi produk.
Branch Manager BSI KCP Maros 1 Mirasni Idrus turut mendukung penguatan akses layanan keuangan syariah bagi pesantren melalui kolaborasi ini.
Program 1 Ponpes 1 Produk Usaha diharapkan melahirkan santripreneur yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadikan pesantren sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
BSI Maslahat adalah lembaga Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf yang merupakan mitra strategis PT. Bank Syariah Indonesia, (Persero), Tbk yang terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi syariah.(ams)






Komentar (0)