JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan komitmennya untuk terus menjalankan penanganan, investigasi, dan uji laboratorium kasus dugaan keracunan yang diderita oleh sejumlah siswa sekolah di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (27/10/2026).
Juru bicara BGN Tysa Novenny menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. BGN juga menegaskan akan turun langsung ke lapangan berkoordinasi dengan BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor dan tim asistensi untuk investigasi dan pemantauan perkembangan kondisi korban.
"Tentu kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini, tim kami dari BGN Pusat, KPPG setempat, serta tim asistensi sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi," ujar Tysa di Jakarta, Rabu dikutip dari Antaranews.
Baca Juga: Hakim Minta JPU Hadirkan Jokowi di Sidang Roy Suryo Pekan Depan
Klarifikasi Dari BGNMenindak lanjuti informasi yang sudah beredar terkait jumlah korbn yang mencapai 400 korban lebih, BGN menyampaikan jika angka tersebut tidak sesuai dengan angka yang ada di lapangan.
Hasil data lapangan sebanyak 40 siswa memerlukan observasi di Puskesmas Cangkurawok, Rumah Sakit Medika Dermaga, dan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi.
Seiring perkembangan penyelidikan jumlah korban terus berkurang, sedangkan berdasarkan data terbaru hingga pukul 23.42 WIB, sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi di dua rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Khary Bhakti dan Rumah Sakit Medika Dramaga.
"Perlu kami luruskan, informasi yang beredar di luar menyebutkan ada 400 orang yang terdampak, tetapi informasi yang benar adalah 13 orang yang terdampak sampai dengan malam hari ini," kata Tysa.
BGN melakukan klarifikasi untuk memberikan informasi yang benar dan akurat ke masyarakat sesuai data di lapangan. BGN tetap akan melanjutkan penanganan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini serta memprioritaskan penanganan korban.
Baca Juga: [FULL] DPR Bicara Persatuan hingga Asap Karhutla ke Singapura-Malaysia, Peringati Hari Sumpah Pemuda
Berdasarkan investigasi awal, BGN menyampaikan bumbu kacang yang menjadi penyebab dugaan keracunan ini karena faktor pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4.
Dugaan ini belum bisa dipastikan sebagai penyebab kejadian karena sampel makanan masih diperiksa laboratorium.
"Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendetail," ucap Tysa.
Menindak lanjuti kasus ini, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Bogor Dramaga 4 untuk mendukung proses investigasi dan evaluasi.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dhimas Risang Sri Arya Naratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Antara
- BGN
- Klarifikasi
- Keracunan
- Bogor






Komentar (0)